Langsung ke konten utama

“KIAT MENULIS DAFTAR ISI”

  PELATIHAN BUKU BER-ISBN 3


“KIAT MENULIS DAFTAR ISI”

Selasa 13 April 2021 adalah pertemuan ke-3 Pelatihan Menulis Buku Ber-ISBN. Dengan narsum Bu Noralia dengan tema “KIAT MENULIS DAFTAR ISI”. Selama bulan puasa ini ada perubahan jadwal bimtek yaitu pelatihan dimulai pada pukul 13.30-15.00 WIB

Di awal pemaparannya peserta disuguhi video tutorial menulis, yaitu  CARA MEMBUAT DAFTAR ISI SECARA OTOMATIS tanpa harus mengetik halaman secara manual.

Dalam penulisan buku, pembuatan TOC / outline/ daftar isi merupakan langkah kedua setelah penentuan tema. Mengapa demikian??

Ada beberapa alasan pentingnya pembuatan daftar isi:

1.       Daftar isi merupakan kerangka pikiran kita dalam menuangkan setiap ide dalam buku yg akan kita tulis.

2.        Membantu menjabarkan tiap bab dan sub bab dalam buku.

3.        Kita dapat mengetahui awal dan akhir dari buku kita melalui daftar isi ini.

4.        Membantu kita dalam mencari referensi / pustaka yang kita butuhkan.

5.        Agar tulisan dalam buku kita lebih terfokus dan tidak sampai keluar bahasan / topic.

6.      Dan yang paling penting, adanya daftar isi ini akan membantu kita untuk menjadwalkan kapan buku kita harus selesai. Dengan kata lain target waktu selesainya buku

Misalnya kita berencana akan membuat 5 BAB dalam daftar isi, kemudian di targetkan kelima BAB ini harus selesai dalam jangka waktu 5 bulan. Berarti 1 BAB HARUS selesai dalam 1 bulan. Dengan cara ini maka buku kita akan cepat selesai tepat waktu karena sudah memiliki target penyelesaiannya.

Cara membuat daftar isi :

1.    Untuk naskah non fiksi ikuti pedoman 2W + 1 H. BAB awal merupakan BAB yang menjawab WHY, artinya mengapa. Dalam hal ini, BAB awal dapat berupa :

MENGAPA……….

PENTINGNYA ……….

ALASAH ……….

2. BAB selanjutnya menjawab tentang WHAT (apa). Artinya BAB tersebut menjelaskan pengertian,jenis atau mungkin juga ciri khusus dari apa yang akan kita tulis di buku kita nantinya.

Sebagai contohnya :

MENGENAL MEDIA ……….

APA ITU MEDIA ……….

SPESIFIKASI MEDIA ……….

3.  BAB berikutnya biasanya merupakan BAB akhir. BAB akhir ini biasanya menjawab HOW (bagaimana). Nah, untuk menjaeab HOW ini dapat dibuat lebih dari 1 BAB karena HOW ini meliputi tahap pembuatan, pelaksanaan, penerapan, hasil dan kelebihan serta kekurangannya.

Misalnya :

PENERAPAN MODEL ……….

IMPLEMENTASI ……….

PERANCANGAN ……….

HUBUNGAN MODEL ……….

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL ………

Sedangkan untuk NASKAH FIKSI seperti novel, cara membuat daftar isinya sbb :

1.    Tentukan prolog. Biasanya pengenalan tokoh, setting cerita, awal cerita. Biasanya di prolog ini belum ada konflik, alur juga belum terlalu terlihat karena masih merupakan bagian awal dari cerita.

2.     Tentukan konflik cerita, biasanya di bab-bab pertengahan sudah mulai muncul apa yang menjadikan konflik atau permasalahan dari cerita itu. Ini merupakan bab inti karena di dalamnya ada hikmah yang dapat diambil oleh pembaca. Tentukan konflik cerita. Biasanya di Bab-bab pertengahan sudah ada.

3.    Tentukan klimaks dari konflik. Ini biasanya masih ada di bab pertengahan yang merupakan puncak dari konflik yang terjadi.

4.   Tentukan solusi dari konflik yang ada. Ini merupakan bagian bab sebelum akhir bab. Biasanya penulis menyajikan solusi permasalahan dari konflik yang terjadi, jalan keluar,adanya hikmah dan pesan kepada pembaca.

5.      Tentukan epilog yang merupakan akhir dari cerita dan tentunya merupakan BAB penutup dari cerita di naskah fiksi.

6.        Akhir cerita boleh happy ending atau sad ending tergantung dari si penulis.

Setelah kita membuat daftar isi baik untuk naskah fiksi atau non fiksi, kemudian kembangkan tulisan dari daftar isi tersebut. Tuliskan sesuai dengan apa yang kita rancang dalam daftar isi tadi.

Mungkin di tengah jalan, akan ada tambahan daftar isi, hal ini tentunya tidak masalah ASAL tambahan tersebut tidak keluar dari TEMA yang telah ditentukan.

Sebagai langkah mudah untuk membuat daftar isi, dapat menggunakan bantuan media MIND MAP, dimana di bagian tengah adalah TEMA BESAR, yang kemudian membentuk cabang menjadi bab- bab kecil. Dalam setiap bab, akan tumbuh ranting Sub-bab sesuai dengan bab yang dibahas. Setiap sub-bab boleh ditambahkan ranting kembali menjadi sub-sub bab, boleh juga tidak. Ini tergantung dari masing-masing penulis.

Daftar isi juga dapat membantu seorang penulis dalam mencari bahan rujukan. Dengan demikian akan lebih mempersingkat waktu dalam menulis karena pencarian rujukan atau pustaka HANYA TERFOKUS pada apa yang dibutuhkan di daftar isi.

Fungsi heading 1, 2 dan 3 di aplikasi word sangat berguna dan membantu untuk membuat kerangka isi karangan atau Bab-bab dalam membuat sebuah buku. Di samping itu juga untuk mempermudah membuat daftar isi tanpa harus mengetik titik-titik dalam halaman secara manual lagi.

Jika ingin menuliskan kisah murid-murid privat yang menginspirasi ataupun sekedar cerita kesehariannya menggunakan nama inisial diperbolehkan walaupun tanpa izin yang bersangkutan, tapi nantinya akan menjadi NASKAH FAKSI. Namun, jika nama tokohnya asli alangkah baiknya minta izin terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. Dan gunakan teknik wawancara untuk lebih memperdalam isi dalam cerita tersebut. Dalam penulisan daftar isipun TIDAK HARUS menggunakan BAB DAN SUB-BAB, boleh langsung dituliskan bagian-bagian dalam isi buku tersebut. Misalnya :
Bagian 1 lelaki itu
Bagian 2 menjalin hubungan
Bagian 3 kelulusan
dan seterusnya

      Berikut adalah judul yang disarankan untuk sebuah buku tentang "tips mengerjakan TOEIC”.
·         Kiat mudah penyelesaian TOEIC
·         Sukses TOEIC
·        
Jurus jitu lulus TOEIC

Di atas adalah contoh daftar isi buku dengan tema besar : merdeka belajar. Dari tema besar tersebut maka lahirlah bab-bab berikutnya yaitu Bab 1 sampai dengan BAB 5 seperti tertera pada gamar di atas. Kemudian dari setiap Bab tersebut dikembangkan lagi menjadi Subbab-subbab, yang ada di Mind Map boleh dikatakan sebagai ranting bab.

1.        Dalam penulisan daftar isi ada yang menggunakan misalnya BAB 1 dan ada juga yang hanya menggunakan 1,…2,… dst. Mohon penjelasannya!

2.        Dalam sebuah buku minimal harus ada berapa BAB?

3.        Boleh tidak mulai dr kata pengantar, sambutan, dan prakata dibuat oleh penulis sendiri.

Daftar isi untuk cerpen mengikuti langkah-langkah seperti membuat daftar isi pada naskah fiksi. Dibuat bagian-bagian saja dan tidak perlu bab.
Misal :
1. Perkenalan
2. Sosok lelaki itu
3. Hubungan
4. LDR
Dan seterusnya

Ada dua cara dalam membuat daftar isi, yaitu sbb:

Jika menggunakan BAB 1, maka  harus diikuti oleh sub-tema 1.1……., 1.2. ……. Dan seterusnya. Namun, jika menggunakan tulisan 1 seperti pada naskah fiksi maka tidak usah menggunakan sub-bab. Dalam sebuah buku minimal terdapat tiga bab yang menjelaskan WHAT, WHY dan HOW. Dalam hal penulisan kata pengantar dan sambutan harus disampaikan orang lain kecuali prakata.

Dalam penerbitan buku tidak ada ketentuan terkait bahasa yang digunakan, artinya dapat diterbitkan secara ISBN.

Daftar isi fungsinya hampir sama dengan kerangka pikiran, mind map dan sebagainya. Fungsinya adalah agar tulisan kita di buku lebih terarah isinya dan dealinenya lebih cepat seleslai sesuai target awal. Daftar isi untuk kumpulan puisi akan lebih simpel, cukup dituliskan judul dari masing-masing puisi pada bagian daftar isi buku.

Jika isi tulisan benar-benar murni karangan penulis seorang, maka tidak perlu menggunakan daftar pustaka karena itu merupakan buah pikiran dari penulis sendiri.

Dalam menulis daftar isi dibuat sebelum naskah ditulis. Tujuannya tidak lain adalah agar isi dalam buku lebih terfokus dan terarah serta tidak keluar tema. Dapat juga dijadikan deadline dalam penulisan buku sehingga penyelesaian buku tidak akan berlama-lama. Daftar isi dibuat sebelum naskah ditulis. Tujuannya adalah agar isi dalam buku lebih terfokus dan terarah serta tidak keluar tema. Dapat juga dijadikan deadline dalam penulisan buku sehingga buku akan cepat selesai.

Untuk referensi harus dicantumkan di bagian akhir buku yang kita buat, karena itu bukan hasil pemikiran kita atau milik orang lain. Jika tidak, maka dianggap plagiat atau mengambil karya orang lain

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“MENTAL SEORANG PENULIS”.

  Program Pelatihan Belajar Menulis PGRI.   Bismilahirohmanirohim,.. Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh. Selamat malam Bp/Ibu guru hebat Indonesia, selamat berjumpa kembali dalam program belajar menulis di PGRI. Alhamdulillah kita masih bisa bertemu kembali atas izin-Nya malam ini dalam keadaan sehat walafiat sehingga bisa  mengikuti kegiatan yang mencerdaskan dan berfaedah ini. Senang sekali rasanya bisa mengikuti pelatihan belajar menulis di KSGN asuhan Om Jay dan rekan-rekan ini, semoga kebaikan beliau bersama timnya dibalas oleh Allah Swt dengan yang lebih baik lagi, Aamiin yra. Pada Pelatihan Belajar Menulis di KSGN malam ini, Jum’at 22 Januari 2021 akan di  pandu oleh moderator Bp. Sucipto Ardi,S.Pd dan Narasumbernya adalah Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd. dengan judul materi “MENTAL SEORANG PENULIS”. Kesehariannya bertugas di SMPN 1 Cipeundeuy, Subang-Jawa Barat.   Informasi terkait tentang profil narasumber bisa di akses web/alamat di bawah ini: http
Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi Bimtek menulis di Whastup Group adalah salah satu wadah yang menampung dan membimbing kreatifitas guru-guru seluruh Indonesia yang berminat belajar dan melatih keterampilannya dalam bidang menulis. Anggota group terdiri dari berbagai latar belakang berbeda-beda, namun sebagian besar terdiri dari guru-guru semua tingkatan. Bimtek sendiri di bimbing oleh beberapa guru-guru hebat dan berpengalaman yang mempunyai kepedulian tinggi untuk berbagi pengetahuan, keterampilan dan pengalamannya khususnya tentang dunia menulis. Malam ini merupakan kegiatan bimtek pertama di gelombang ke 17 yang di selenggarakan pada malam selasa tanggal 04 Januari 2021. Jumlah peserta yang mengikuti sebanyak kurang lebih 257 yang tersebar dari berbagai pelosok tanah air. Kegiatan itu sendiri di pandu oleh seorang moderator yang sudah tidak asing lagi, beliau adalah Ibu Aam Nurhasanah,S.Pd dari Lebak-Banten untuk mendampingi Narasumber. Beliau telah lama me

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka dengan panggilan t