Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.
Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka dengan panggilan tersebut karena artinya Tere adalah anak Tiri.
Pada tahun 2019 beliau mengikuti short course 1000 guru ke luar negeri. Mendapat sebutan Cikgu Tere, karena mengajar di salah satu Sekolah Dasar yang berlokasi di George Town Penang-Malaysia. Untuk mengenang segala kegiatan di Malaysia, jadilah nama Cikgu Tere menjadi nama Blognya.
Terkait dengan berbagi inspirasi dan motivasi, beliau membingkainya menjadi sebuah buku dengan berjudul "Bukan Guru Biasa, Catatan Inspiratif Guru Penggerak". Buku tersebut menceritakan tentang arti seorang guru hebat dan inspiratif, diantaranya ada guru blogger, youtuber, bahkan guru inovatif dari berbagai daerah di Indonesia.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi merubah tatanan hidup dan kehidupan manusia di berbagai bidang, tak terkecuali dunia literasi. Agar tidak tertinggal dan tergerus kemajuan iptek, seorang pendidik harus menguasai Literasi Digital atau lebih tepatnya harus memiliki kompetensi digital. Lalu apa kompetensi digital itu?. Kata beliau, kompetensi digital dalam kontek pendidikan dapat di maknai sebagai penggunaan teknologi dengan cara yang meyakinkan, tepat dan aman untuk mencapai kemajuan dan tujuan-tujuan pendidikan.
Pemerintah, masyarakat dan pihak-pihak terkait lainnya berharap banyak kepada sekolah, dalam hal ini para pendidik sebagai agen perubahan bisa dan mampu beradaptasi dengan realitas yang ada dilapangan. Sehingga diharapkan bisa menjawab tantangan jaman yang terus bergerak dinamis. Keterampilan dan penguasaan kompetensi digital dalam kontek pendidikan mutlak harus dimiliki seorang pendidik dalam tugas kesehariannya.
Menurut Digcom 2.0,European Comission (2015), salah satu kompetensi digital yang perlu dikembangkan adalah kemampuan untuk menciptakan konten digital, dalam hal ini adalah konten blog yang menarik dan berkualitas. Dari suatu kajian didapatkan informasi bahwa blog dapat digunakan sebagai salah satu media atau sumber belajar dalam moda pembelajaran blended learning. Sudah barang tentu jika seorang pendidik ingin mengaplikasikan jenis pembelajaran model ini harus menguasai kompetensi digital yang baik sehingga pembelajaran yang disajikan secara blendid learning melalui blog dapat berjalan secara efektif.
Ketika pembelajaran mendadak PJJ, beliau selaku guru sekolah dasar yang berada di suatu daerah yang secara ekonomi termasuk masyarakat kalangan bawah, maka guru dengan keterbatasan kemampuan teknologi dipaksa harus melaksanakan pembelajaran daring, luring bahkan sekalipun dengan moda Blended Learning. Tidak terpikirkan sebelumnya bahwa dengan pandemi Covid -19 terutama dalam bidang pendidikan, seorang guru dituntut memiliki kemampuan digital yang mumpuni.
Siswa yang kita hadapi saat ini adalah generasi milenial. Mereka mempunyai kecakapan digital yang cepat, karena sudah terbiasa tumbuh dan berkembang dengan teknologi di sekitarnya. Generasi milenial tersebut diharapkan bisa dan mampu mengakses beragam informasi via internet termasuk mengakses sebuah blog. Sehingga, ketika guru membuat konten digital di dalam blog merekapun serta merta bisa memanpaatkannya sebagai media belajar. Disinilah seorang guru dituntut aktif dan kreatif agar blog yang di buatnya menarik dan berkualitas.
Beliau memberikan beberapa tip cara membuat konten blog agar menarik dan berkualitas diantaranya sebagai berikut :
Dari setiap narasumber yang saya ikuti akan selalu ada hal-hal baru yang di dapatkan, termasuk hari ini mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang blog sehingga di harapkan peserta bisa membuat blog yang menarik dan berkualitas dengan berbagai content informasi di dalamnya sehingga bisa dijadikan media pembelajaran di masa pandemi ini.
Musibah pandemik Covid -19 yang melanda dunia ini, telah memberikan keberkahan yang luar biasa kepada kita semua. Rekan-rekan semua, termasuk beliau tidak menyadari selaku guru sekolah dasar yang masih keterbatasan kemampuan dibidang IT terpaksa harus mau belajar tentang hal itu termasuk belajar blog, dan alhamdulillah berkat bergabung dengan kelas pelatihan menulis di blog ini, saya bisa banyak mendapat ilmu menulis di blog.
Mulailah untuk menulis apa saja yang dilihat, didengar, dialami dan dirasakan oleh kita. Tulislah apa yang kita suka dan kita kuasai. Untuk memenuhi rasa penasaran peserta Cikgu Terepun membuka sesi tanya jawab diantaranya sbb:
1. Untuk memaksimalkan potensi blog yang kita miliki
sebagai media pembelajaran, tentunya kita harus menerapkan model pembelajaran
inovatif. Salah satunya yaitu Blended Learning. Teknisnya, kita bisa menulis
materi pembelajaran, memasukkan link video, link latihan soal, dan semua
terkait pembelajaran ke dalam blog yang kita
miliki kemudian membagikan link blog tersebut kepada siswa di kelas
kita.
2. Trik untuk meramaikan blog kita supaya banyak peminat
untuk mengunjunginya, kata kuncinya adalah kita harus aktif. Aktif menulis,
aktif komentar di blog orang lain, aktif share link artikel dr blog kita, dan
aktif untuk belajar hal baru mengenai blog.
3.
Blog yang kita miliki bisa dijadikan sebagai sarana
untuk mengasah ketermpilan kita dalam bidang menulis, membangun karakter dari
tulisan-tulisan yang dihasilkan. Marilah kita
bergerak, jadilah inspirasi kaum milenial dari karya yang kita hasilkan.
4. Blog dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran.
Namun, perlu kesepakatan kelas dulu. Terutama terkait kesiapan guru, siswa, dan
orang tua. Guru harus memastikan, apakah siswa dapat mengakses blog dengan baik
dari segi jaringan, kemudian apakah siswa sudah mampu mengakses google drive
yang nanti mungkin akan sering digunakan guru untuk menambahkan link tertentu.
Jika sudah siap, maka blog dapat digunakan seabgai media pembelajaran.
5. Konten yg up to date artinya adalah konten yang sedang jadi topik hangat saat ini. Seperti tentang Guru Penggerak, Guru Belajar, dan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Jika ingin konten yang ada di blog ramai dibaca orang, maka kita harus menyajikan konten yang up to date. Karena otomatis banyak orang yang membutuhkan informasi tersebut.
Menurut
Cikgu Tere ada tujuh Tips Menulis Artikel Tembus Ribuan Viewers
1.
Gunakan kata sapaan, Sahabat, di awal kita menulis
blog.
2. Jumlah kalimat dalam paragraf maksimal 5 - 6 baris.
Sahabat, sebuah artikel yang diposting di blog sedikitnya terdiri dari 300
kata. Hal ini berkenaan dengan salah satu syarat monetisasi blog.
3. Gunakan Sub Heading, Jika kita menulis artikel yang
panjang, maka gunakan Sub Heading atau istilahnya sub judul. Kegunaan sub
heading dalam artikel adalah untuk membatasi bagian-bagian topik dalam artikel
sehingga pembaca lebih mudah menemukan informasi penting dari artikel kita.
4. Buat kesimpulan, Perilaku aneh viewers yang perlu
dicermati oleh para blogger adalah ketika mereka membaca artikel mulai dari
kesimpulannya dulu. Hal ini terjadi karena para viewers tidak ingin
membuang-buang waktu untuk membaca keseluruhan isi artikel.
5. Citation atau Referensi, Bagi Sahabat yang senang
menulis sebuah karya tulis ilmiah pasti sudah tidak asing dengan istilah ini.
Namun, bagi para blogger, rupanya hal ini pun perlu dilakukan demi menjaga
kevalidan sumber data.
6.
Gunakan gambar, Ada sebuah kalimat mutiara yang
mengatakan bahwa "A Picture says a thousand words". Oleh karena itu,
gunakanlah gambar yang mendukung artikel kita.
7. Buat artikel sesuai judul, Mungkin Sahabat merasa aneh dengan tips yang terakhir ini. Namun, jika tidak diakukan, dampaknya fatal lho. Banyak sekali viewers yang akhirnya merasa kesal dan kecewa ketika mereka mengunjungi sebuah blog namun tidak mendapatkan informasi seperti yang disajikan dalam judul artikelnya
Lima
judul tulisan yang menarik minat pembaca dianataranya sbb:
ü Judul
Bombastis : menggebu - gebu, mustahil, berlebihan. Contoh : 6 Hari Bisa Bahasa
Inggris, 10 Hari Sukses Menulis Buku, dll.
ü Judul
Kontroversi : bertentangan. Contoh : Mengubah Wajah Sekolah dari Menyeramkan
Jadi Menyenangkan.
ü Judul
How to : tips dan trik, cara membuat sesuatu. Contoh : Tips dan Trik Merawat
Blog Seperti Anak Sendiri.
ü Judul
Manasuka : suka - suka penulisnya. Kadang membingungkan tapi juga membuat
penasaran orang untuk membaca. Contoh : Cinta Brontosaurus, Mariposa, Tarian Kunang
Kunang, Laskar Pelangi, dll
ü Judul Rahasia : sangat membuat penasaran pembacanya. Karena isinya tidak bisa ditebak. Contoh : Lima Judul Tulisan yang Menarik Minat Pembaca, Kitab Sukses Mahasiswa, dll.
Berbagilah hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain untuk di ketahui, tidak perlu menunggu sampai ahli, bahkan kitapun bisa berbagi hal dalam situasi sedang berproses seperti saat ini. Jika terus menerus menekuni hal yang sama dan fokus maka itu akan menjadi brand tersendiri bagi kita.
Demikianlah
pelatihan belajar menulis tentang blog sebagai identitas digital bagi guru
milenial. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini bermanfaat baik bagi saya
pribadi maupun orang lain. Semoga pula kedepannya kita bisa memanpaatkan blog
dan dapat menyajikan konten yang menarik dan berkualitas.
Terima
kasih.
Wassalam
bloger pemula.
Nana
Wihana
Mantap betul pak. Cakep tulisannya, kasih 1000 jempol
BalasHapusThank you
HapusMantaaaap pak nana..lengkap sekali...semangaat literasi..
BalasHapusThank you mam 🙏👍
HapusBagus, lengkap. Sip deh
BalasHapusThank you mam👍🙏
HapusAssalamualaikum ...punten amengna weungi......Mantap pak Nana......
BalasHapusUhun wengi abdi mh. Pmi Bu Entin mh sok enjing2 🤣🤭🙏
HapusLuar biasa resumenya pak...lengkap
BalasHapusTerimakasih telah berkenan mampir. 🙏👍
HapusRuntut Pak Nana lebih bagus dan enak dibacanya
BalasHapusTerimakasih Bu🙏
HapusAlhamduliiah..tulisannya lengkap Pak, bisa untuk nambah ilmu lagi ni. Terima kasih atas berbagi ilmunya 🙏
BalasHapusTerimakasih Bu telah berkenan untuk mampir 👍🙏
Hapuskenapa ukuran tulisan berbeda-beda?
BalasHapusGa tau juga. Padahal udah betul di wordnya rapih dan indah tp ketika pindah ke blog semrawut. Di blog sendiri tidak bisa dirapihkan kembali.
Hapus
BalasHapusPak Nana mantul resumenya isinya lengkap bagus terus semangat pak. Mari kita saling menguatkan agar lebih kuuuuaat ya dalam berliterasi Ok
Asyiaap Bu, terimakasih telah berkenan mampir 🙏👍
HapusLuar biasa resumenya, Pak. Saya kagum dengan penulisan resumenya yang lengkap. Kemampuan Bpk dlm memadukan kalimat - kalimat sangat baik. Saya yakin setelah ini akan lahir karya buku yang bermutu dari tulisan ini.
BalasHapusAamiin yra 🤲. Terimakasih telah mampir Bu👍🙏
Hapusmantap, keren, luar biasa pak Nana. semangat berkarya, semangat menginspirasi
BalasHapusSiap, terimakasih telah berkenan mampir 👍🙏
Hapus