Langsung ke konten utama

MENULIS DENGAN KEKUATAN SILATURAHMI

 

Pelatihan Belajar Menulis KSGN (3)



         Alhamdulillah malam ini, Jum’at tgl 08 Januari 2021 ada bimtek menulis bagian ke 3 dengan tema: " MENULIS DENGAN KEKUATAN SILATURAHMI ". seperti biasa kegiatan akan di pandu oleh Ibu Aam Nurhasanah,S.Pd sebagai moderator sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Dra. Sri Sugiastuti,M.Pd. Beliau telah membuat banyak buku berkat dari kegiatan silaturahminya.

Kegemaran menulisnya di mulai sejak tahun 2009. Bagi beliau betapa dahsyatnya kekuatan silatuhami, itu terbukti dengan kekuatan silaturahmi telah lahir beberapa buku dari hasil goresan penanya. Sobat tentu ingat tulisan saya sebelumnya, membaca adalah panglima dan menulis adalah pedangnya.

Kali ini Bu Kanjeng mengulas kaitannya antara menulis dengan hati dan membaca dengan kacamata lima dimensi. Kekuatan batiniyah yang dihadirkan ketika membaca untuk mengetahui kondisi atau keadaan penulis.

Hal ini tentu tidak mudah apalagi belum mengenal sang penulis dengan baik. Bukan tidak mungkin, dalam hal ini beliau sudah membuktikan dengan kelembutan hati, perasaan, berpikir positif, dan menghadirkan 1001 alasan untuk memahami penulis hingga bacaan pun dapat dimengerti dan diulas dengan bijak dalam bentuk tulisan. Luar biasa bukan?

Ketika dulu saya pernah ikut kuliah tafsir, untuk memahami atau mentadaburi suatu ayat salah satu pendekatannya dengan mengetahui "Maqosit" ayat tersebut. Apa yang dikehendaki Allah dengan diturunkannya ayat ini?. Dengan Maqosit ini seseorang dapat mengikuti petunjuk dengan benar. Maqosit ini akan tumbuh seiring hubungan silahtu billah, hubungan kedekatan dengan Allah yang sangat baik. Seperti membiasakan salat malam, salat rawatib, salat dhuha, puasa senin-kamis, membaca Al Qur'an dan amalan sunnah lainnya. Maqosit menumbuhkan ketajaman hati seorang hamba dalam memahami petunjuk Allah yang tersirat dari ayat-ayatNya. Maqosit berbeda dari menafsirkan juga beda dengan asbabun nuzul. Maqosit ibarat mata hati seorang hamba memahami penciptaNya.

Buku-buku yang dibahas malam ini, menulis dengan tema kekuatan silaturahmi begitu sarat dengan hikmah, diantaranya sebagai berikut :

1.    Memahami keprihatinan dan perjuangan seorang gurdasus (guru daerah khusus) dari blog beliau.

2.    Menjadi manusia yang bermanfaat, jangan berhenti di halaman awal, terus lanjutkan dan resapi pesannya (buku Motivasi dan Literasi).

3.    Dalam buku The Stories of Wonder Woman diceritakan bahwa nasib setiap orang tidak sama, bagaimana mereka menerima ujian, menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut. Ibu Kanjeng terinspirasi dari kisah sahabat-sahabatnya yang begitu kuat bertahan terhadap ujian yang diterima dari Allah Subhanahu wata'ala. Allah menguji karena kasih sayangNya dan menguji sesuai kesanggupan masing-masing. Buku berdasarkan kisah nyata namun disamarkan nama pelakunya sehingga masuk ke dalam buku faksi yaitu fakta tapi fiksi.

4.    Buku Wow English is so Easy Kids, terpacu ketika mengikuti diklat untuk membuat buku pendamping yang mudah difahami bagi orang tua dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Buku setebal 400 halaman lebih saat ini dalam bentuk e-learning, e-book.

5.    Buku Catatan corona Bu Kanjeng, memuat kisah faksi mengharukan menyentuh perasaan pembaca terkait corona yang terjadi di sekitar komplek perumahan beliau.


Berikut adalah langkah dan saran-saran dari Ibu Kanjeng dalam menulis sebuah buku :

1.    Tentukan tujuan yang benar dalam menulis setiap buku agar mendapat keberkahan.

2.    Menulis judul dengan daftar isi harus sesuai tidak membohongi pembaca.

3.    Memberi kata pengantar harus jeli sehingga tidak terkesan terlalu membesarkan isi buku.

4.    Setelah ditulis pilih provider yang dapat membaca lebih dahulu buku tersebut sebelum di cetak.

5.    Lakukan swa sunting terhadap tulisan kita, jangan merangkap sebagai penulis dan editor agar buku kita berkualitas.

6.    Banyak menulis untuk melancarkan, beliau memiliki 3 blog yang aktif.

7.    Menulis buku ISBN agar aman minimal 75 halaman, kertas A5 ukuran 14 x 21

Sesi Tanya Jawab

Secara umum Antologi adalah kumpulan dari beberapa tulisan yang disatukan.  Bisa dari satu tema yang sama atau satu tema yang berbeda. Bisa ditulis oleh hanya satu orang atau beberapa orang penulis. Bisa berupa jilid 1 dan 2. Agar memudahkan komunikasi biasanya kurator membuat group khusus yang di dalamnya ada aturan-aturan tertentu yang harus di ikuti dan dipatuhi oleh semua anggotanya, misalnya mengisi form pendaftaran terlebih dahulu, form kehadiran, form penyerahan tugas-tugas dan aturan yang lainnya.

Cara meresume yang baik adalah ringkasan yang dibuat dengan pemahaman pribadi penulis. Bukan mengcopy paste, tetapi mengambil materi yang bisa mencerahkan orang lain. Cukup buat 7 paragraf dari narasumber dan menjadi paham saat dibaca orang lain. Ambil poin-poin pentingnya saja.

Cara menggabungkan tulisan agar menjadi buku adalah memilih satu tema. Tema sastra bisa berupa puisi, cerpen, dll. Buku non sastra contohnya buku Omjay.

Bagaimana menulis judul yang menarik, sebelumnya buat kerangka tulisan. Ketika tema sudah terbentuk, buat judul yang berkaitan dengan daftar isinya agar sinkron. Hal ini juga memerlukan perhatian dari pemberi kata pengantar yang harus memberikan pengantar dengan judul dan daftar isi yang harus berkaitan supaya tidak membohongi pembaca. Peran editor juga sangat penting untuk memberikan penilaian buku si penulis. Jika hal itu sudah dilakukan, maka buku yang ditulis akan sesuai dan menarik untuk dibaca.

Untuk penulis pemula ukuran kertas A5, ukuran kertas 14x21 minimal 75 halaman untuk buku ber ISBN. Jenis buku yang menarik untuk ditulis bisa dicari berdasarkan google trand atau buku ever green atau buku yang bisa dibuat kapan saja. Misalnya buku motivasi, parenting, atau novel yang sesuai zaman.

Agar tulisan kita bisa menarik bisa dilakukan dengan rajin membaca dan menulis. Semakin banyak membaca akan semakin mudah membuat judul dan tulisan yang menarik. Menulis blog saat kuliah S2 dan mulai menulis. Ringkasan dari buku-buku yang telah dibaca. Misalnya Fatimah Azzahra. Menulis di blog kompasiana di 2009 dan mengenal Omjay. Dari kompasianer akhirnya  muncul nama Bu Kanjeng. Sebenarnya itu sosok Pa Kanjeng. Seorang borjuis yang keningratan yang memberikan komentar atau opini kehidupan di masyarakat. Bisa muncul kacamata 5 dimensi yang bisa membaca berbagai situasi sehingga tidak pernah memiliki konflik dengan siapa pun. Sehingga menulis sebagai terapi dilakukan oleh Bu Kanjeng. Beliau menulis dengan hati. Oleh karena itu buku Bu kanjeng selalu menarik untuk dibaca dan banyak hikmah yang terkandung di dalamnya. Jika kita kehabisan ide saat menulis, tulis sub judul yang lainnya dulu. Bisa juga beli buku, baca buku, atau google cari referensi lainnya.

Syarat kenaikan untuk naik pangkat ada di buku 4A. Biar aman halaman buku berjumlah 75 halaman. Misalnya buku kumpulan puisi yang termasuk karya inovatif sebagai unsur utama. 1 tahun membuat 2 buku ditambah unsur yang lain. Misalnya membuat RPP, sebagai walikelas, pembantu kepala sekolah, kepala program. Unsur penunjang dapat dilakukan dengan menulis buku, diklat, sertifikat, Buku best practice, dan  tesis juga bisa dibuat menjadi buku.

Menulis antologi merupakan suatu proses latihan menulis sekaligus proses membaca karya tulis teman di dalam satu buku dengan satu tema dan gaya tulisan yang berbeda. Setelah mengikuti beberapa buku antologi, penulis makin semangat untuk  bisa membuat buku tunggal atau buku solo. Kekuatan silaturahmi bisa memperpanjang umur dan meluaskan rezeki.

Kegiatan kelas menulis malam ini ditutup dengan ajakan Bu kanjeng agar para peserta bisa bergabung menulis antologi sebagai lecutan semangat untuk terus berkarya di masa pandemi ini. Terima kasih Bu Kanjeng atas materinya yang luar biasa. Semoga para peserta tetap semangat dan semakin termotivasi untuk menulis setiap hari sampai buku solonya terbit nanti. Demikian kuliah belajar menulis pada malam ini, semoga bisa bermanfaat. Aamiin yra. Terima kasih. 

 

 

Salam Literasi.

Nana Wihana, S.Pd.

 

Komentar

  1. Wah Pak, lengkao dan sistematis resume nya. Semangat Pak.

    BalasHapus
  2. Wah ...keren Pak sudah sampai resume ke 3

    BalasHapus

  3. Keren Pak. Lengkap dan jelas resumenya.👍👍👍

    BalasHapus
  4. Good Pak 👍
    Semangat dalam menulis..lanjutkan ✏

    BalasHapus
  5. Wuih Pak Wihana juga tak kalah bagus dan bisa jadi motivasi saya juga

    BalasHapus

  6. Wowwww Mantul pak Nana.. smkn kereeen nih

    Pak gimana caranya ketika komentar di blog lain ingin muncul nama ,blm tau...hehe
    Mhn pencerahannya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

  Pelatihan belajar menulis bersama PGRI saat ini Rabu tgl. 27 januari 2021 adalah pertemuan ke 11. Narasumbernya adalah Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd., dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Ketika kita kesulitan dalam menerbitkan naskah untuk menjadi buku di    Penerbit Mayor, maka Penerbit Indie adalah solusinya. Informasi tentang profil dan hal-hal lain terkait narasumber bisa berkunjung di : http://www.praszetyawan.com/p/profil.html https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html Naskah yang di kirim ke penerbit mayor besar kemungkinannya akan di tolak. Kalaupun naskah kita diterima akan tetapi proses penerbitannya akan memakan waktu lama. Untuk mengatasi semua itu kita bisa mencari penerbit lain dan salah satunya adalah penerbit indie dalam hal ini adalah Penerbit Gemala. Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan jika naskah kita di kiri...