Langsung ke konten utama

PRODUKTIF MENULIS BUKU

 Kelas Pelatihan Belajar Menulis PGRI


Bismillah, Senin tanggal 18 Januari 2021 ini adalah hari ke 7 kami mengikuti pelatihan belajar menulis. Temanya saat ini adalah,”Produktif Menulis Buku.” Seperti biasa pembelajaran akan di pandu oleh moderator hebat, Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. Adapun narasumbernya adalah Ibu Noralia Purwa Yunita,M.Pd. kelahiran  Kudus, 12 Juni 1989. Kesehariannya bertugas sebagai pengajar di SMP Negeri 8 Semarang. Beliau merupakan alumni gelombang 8. Saat ini narasumber sudah menjadi penulis hebat yang bukunya tembus ke Penerbit Mayor PT Andi Offset.

 

Berbekal pengalaman menjadi seorang penulis di berbagai penerbit, juara lomba karya tulis, serta program fasilitasi karya ilmiah tingkat propinsi dan kegiatan yang lainnya berbuah manis, terhitung hingga akhir tahun 2020 kemarin telah melahirkan sebanyak delapan buah buku diantaranya empat buku solo dan empat lagi buku antologi. Karya pertamanya bersama Prof. Richardus Eko Indrajit yang berhasil terbit di penerbit Andi, kemudian karya keduanya merupakan naskah antologi bersama gelombang 8 berjudul Kisah inspiratif sang guru.

Beliau mulai  aktif menulis lagi semenjak pandemi, lebih tepatnya bulan April Tahun 2020. Ada delapan buah buku yang berhasil beliau ciptakan yaitu empat buku solo dan empat buku antologi, yaitu diantaranya :

1.      Buku berjudul “Digital Mindset”, merupakan karya pertama bersama Prof. Richardus Eko Indrajit yang berhasil terbit di penerbit Andi.

2.       Buku Antologi yang berjudul,”Kisah Inspiratif Sang Guru “, merupakan karya ke duanya.

3.       Buku Antologi yang berjudul,”Pola Pembelajaran Yang Efektif Dari Rumah,” merupakan karyanya yang ketiga dengan para peserta di beberapa gelombang menulis.

4.        Buku berjudul, “Jurus Jitu Menulis dan Berprestasi”, merupakan hasil resume menulis di pelatihan.

5.   Buku berjudul,”Gamification/Belajar yang Menyenangkan Seasyik Bermain Game”, merupakan karyanya yang ke lima hasil kalaborasi dengan Prof. Eko, dan sekarang masih dalam proses review di penerbit Andi.

6.       Buku berjudul,”Kiat Praktis Menulis Modul Berbasis Riset,” merupakan karyanya yang  ke enam.

7.     Buku berjudul,”Aku Dan Corona,” merupakan karyanya yang ke tujuh berupa antologi bersama tiga siswinya.

8.     Buku berjudul,”Bunga Rampai Prahara Di Tengah Corona,” merupakan karyanya yang ke delapan yang merupakan kompilasi dengan para penulis di YPTD, penerbit asuhan Bapak Thamrin Dahlan.

Berikut adalah delapan buah buku sebagaimana tersebut diatas.



1

5



2

6



3

7



4

8


Ada beberapa trik membuat beberapa karya dalam waktu singkat yaitu sebagai berikut :

1.    Mengikuti program menulis antologi atau kolaborasi. Jika kita belum percaya diri untuk menulis solo, kita dapat mengikuti beberapa program menulis antologi ataupun kolaborasi dengan beberapa penulis yang bertujuan selain dapat belajar dari karya penulis lain kita juga tidak dituntut menulis terlalu banyak bab untuk dijadikan buku.

2.      Menulis setiap hari di blog. Misalnya, dengan menulis resume satu persatu di blog kita dan jadilah sebuah buku berjudul jurus jitu menulis dan berprestasi yang merupakan kumpulan resume dari pelatihan bersama Om Jay. Tulisan dengan TEMA yang SAMA dikumpulkan menjadi satu, untuk kemudian dibuatlah menjadi buku.

3.    Menulis di media sosial. Kalau kita senang membuat status di medsos, maka arahkan hobi kita tersebut untuk menulis sesuatu yang lebih berarti, misalnya certia tentang motivasi, pengalaman pribadi ataupun cerpen dan tulislah secara konsisten. Jika sudah banyak tinggal dijadikan sebuah buku.

4.     Menulis buku harian. Buku harian juga ternyata dapat berbuah karya sebuah buku. Mulai  dari cerita pribadi saat kita sedang sedih, bahagia atau apapun. Kita dapat menuangkan rasa itu di buku harian tinggal nantinya merubah cerita ini kedalam karya fiksi atau pengalaman pribadi dan jadilah sebuah buku.

5.   Ajak siswa untuk menulis. Caranya, karya dapat dibuat berupa tugas siswa. Misalnya siswa diberikan tugas untuk menulis puisi, cerpen atau pantun dengan tema tertentu. Lalu bukukan karya tersebut.

 

Bagaimana cara penulisan buku itu?

Dalam penulisan buku beliau belajar banyak dari buku UKTUB karya Bp. Akbar Zainuddin yang terkenal dengan jurus TOJTRP yaitu sebagai berikut :

1.        Tentukan tema buku yang akan ditulis.

2.   Outline/TOC/daftar isi. Dalam penulisan buku, pembuatan TOC/outline/daftar isi merupakan langkah kedua setelah penentuan tema. Mengapa?, Ada beberapa alasan pentingnya pembuatan daftar isi:

a.      Daftar isi merupakan kerangka pikiran kita dalam menuangkan setiap ide dalam buku yg akan kita tulis.

b.       Membantu menjabarkan tiap bab dan sub bab dalam buku.

c.       Kita dapat mengetahui awal dan akhir dari buku kita melalui daftar isi ini.

d.       Membantu kita dalam mencari referensi / pustaka yang kita butuhkan.

e.       Agar tulisan dalam buku kita lebih terfokus dan tidak sampai keluar bahasan / topik.

f.        Dan yang paling penting, adanya daftar isi ini akan membantu kita untuk menjadwalkan kapan buku kita harus selesai. Dengan kata lain target waktu selesai bukunya.

 

Dengan cara ini maka buku kita akan cepat selesai karena kita sudah memiliki target penyelesaian. Misal jika kita memiliki 5 bab dalam daftar isi, kita mungkin dapat menargetkan kelima bab ini harus selesai dalam 5 bulan. Berarti 1 bab HARUS selesai dalam 1 bulan.

 

Cara membuat daftar isi.

I.     Untuk naskah non fiksi

1.    Untuk naskah non fiksi, ikuti pedoman 2W+ 1H.

Bab awal merupakan bab yang menjawab why, artinya mengapa. Dalam hal ini BAB awal dapat berupa :

·      MENGAPA .....

·      PENTINGNYA ....

·      ALASAN.....

2.    Bab selanjutnya menjawab WHAT (apa). Artinya bab tersebut menjelaskan pengertian, jenis, atau mungkin ciri khusus dari apa yang akan kita tulis di buku kita. Sebagai contohnya yaitu :

·      MENGENAL MEDIA ....

·      APA ITU MEDIA ....

·      SPESIFIKASI MEDIA ...

3.    Bab berikutnya yang biasanya merupakan bab akhir, biasanya menjawab HOW (bagaimana). Nah, untuk menjawab HOW ini dapat dibuat lebih dari 1 bab karena How meliputi tahap pembuatan, pelaksanaan, penerapan, hasil dan kelebihan serta kekurangan.

Misalnya :

·      PENERAPAN MODEL ....

·      IMPLEMENTASI ..

·      PERANCANGAN....

·      HUBUNGAN MODEL ....

·      KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL ....

Setelah kita membuat daftar isi baik untuk naskah fiksi atau non fiksi, kembangkan tulisan daridaftar isi tersebut. Tuliskan sesuai dengan apa yang kita rancang dalam daftar isi.

 

II.  Sedangkan untuk NASKAH FIKSI seperti novel cara membuat daftar isi sbb:

1.     Tentukan prolog. Biasanya pengenalan tokoh, setting cerita, awal cerita. Biasanya di prolog ini belum ada konflik, alur juga belum terlalu terlihat karena masih merupakan bagian awal dari cerita

2.  Tentukan konflik cerita, biasanya di bab2 pertengahan sudah mulai muncul apa yang menjadikan konflik atau permasalahan dari cerita itu. Ini merupakan bab inti karena di dalamnya ada hikmah yang dapat diambil dari pembaca

3.      Tentukan klimaks dari konflik. Ini biasanya masih ada di bab pertengahan yang merupakan puncak dari konflik yang terjadi.  

4.   Tentukan solusi dari konflik yang ada. Ini merupakan bagian bab sebelum akhir bab. Biasanya penulis menyajikan solusi permasalahan dari konflik yang terjadi, jalan keluar, adanya hikmah dan pesan kepada pembaca.

5.     Tentukan epilog yang merupakan akhir dari cerita. Bagian ini merupakan bab penutup dari cerita di naskah fiksi.

 

Akhir cerita boleh happy ending atau sad ending tergantung dari si penulisnya. Mungkin di tengah jalan, akan ada tambahan daftar isi, hal ini tentunya tidak masalah ASAL tambahan tersebut tidak keluar dari TEMA yang telah ditentukan.

Sebelum masuk langkah ketiga, setelah kita mempunyai TOC / outline tadi, kemudian cari REFERENSI untuk mendukung penulisan buku. Baik buku fiksi atau non fiksi, wajib ada referensi. Beda memang, tapi ini sangat berguna.

 

3.    Jadwal. Jadwal kita tentukan berdasarkan outline yang kita buat, misal kita ingin 1 bulan selesai sementara kita memiliki 5 bab di outline kita maka tinggal dibagi saja waktu 1 bulan itu dengan 5 bab. Itu adalah waktu kita menyelesaikan buku 5 Bab dalam 1 bulan.

4.    Tulis. Setelah outline oke, jadwal fix, referensi siap kemudian tinggal tulis deh sesuai dengan outline yang kita buat.

5.     Revisi. Nah disinilah biasanya waktu paling lama. Setelah semua tulisan selesai hingga bab akhir maka lakukan revisi.

Revisi dapat dilakukan dengan swaeditinv atau dengan bantuan. beliau biasanya meminta bantuan. Caranya saya minta beberapa teman membaca naskahnya. Cara ini sangat berguna untuk menemukan kesalahan dalam penulisan sebuah buku. Baik dalam tentang EYD, struktur kalimat atau pemilihan kosa kata. Dengan demikian, hasil buku kita akan lebih renyah ketika dibaca.

6.      Terakhir penerbit. Setelah semua beres, naskah lengkap sudah editing, pelengkap naskah sudah ada, tinggal kita kirim ke penerbit. Boleh penerbit mayor atau indie. Pasti ada plus minusnya.

 

Untuk membangkitkan minat agar bisa menghasilkan buku, dimana pada dasarnya semua orang pasti bisa menulis, karena dasar dari menulis adalah berbicara dan membaca. Hanya saja keterampilan ini kurang terasah. Kita lebih suka berbicara. Beliau yakin, jika kita diminta bercerita sesuatu, pasti akan sangat lancar. Lain halnya ketika hal ini dituangkan dalam bentuk tulisan. Bingung diksi, EYD, struktur kalimat, dan lain sebagainya. Untuk mengawalinya bisa  dengan menulis sesuatu yang kita sukai, misalnya tentang dengan menceritakan objek-objek yang kita kunjungi. Kalau kita suka shoping, bisa dengan review produk-produk yang kita beli dsb.

 

Beliau berpesan, ketika menulis maka tulislah sebebas-bebasnya dan lupakan masalah diksi, EYD dan lain-lain. Tulislah hingga selesai terlebih dulu, barulah setelah selesai tinggal di baca berulang-ulang.

Pengalaman pribadi pun bisa dijadikan tulisan lho, misalnya kisah kita ketika pertama kali bertemu istri/suami hingga menikah dan punya anak. Atau juga kisah sebagai seorang guru, suka dukanya. Bisa juga tentang seputar keseharian kita, dan pasti akan lebih mudah karena kita mengalami sendiri hal tersebut. Apa yang kita rasakan, inginkan, harapkan, tuangkan dalam bentuk tulisan.

Apabila buku sudah selesai dan lengkap,  tahap selanjutnya adalah mengirim naskah tesebut ke penerbit disertai dengan cover, daftar isi, kata pengantar dan sinopsis. Jika kita mengirim ke penerbit mayor maka naskah kita akan direview terlebih dahulu dengan memakan waktu lama sebab masuk daftar anti sedangkan di penerbit indie sendiri meskipun berbayar namun tidak ada syarat khusus selama naskah tersebut layak terbit dan akan langsung diterbitkan.

 

Ada pesan menarik sekaligus menginspirasi bagi saya pribadi dari beliau adalah, “Buatlah karya yang dikenang sepanjang masa agar kehidupan menjadi lebih bermakna dan bermanfaat untuk sesama". Dan itupula yang melatarabelakanginya sehingga melahirkan delapan buah buku dalam waktu relatif singkat. Kereeen dan menakjubkan!

 

Bagi penulis buku merupakan hal ikhwal kehidupannya. Di dalamnya terdapat sumber hidup dan  kehidupan, identitas diri dan rekam jejak sang penulis. Goresan penanya terukir indah sepanjang masa. Lahirnya sebuah buku dari sang penulis, merupakan saksi berjuta makna kebermanfaatan yang tersebar ke segala penjuru kehidupan manusia. Kehadirannya bagaikan oase di tengah padang pasir yang gersang dan tandus

       Demikian yang dapat di sampaikan dalam kegiatan pelatihan belajar menulis ini. Semoga bermanfaat khususnya untuk saya pribadi maupun untuk orang lian. Tak lupa juga saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada yth Ibu Noralia Purwa Yunita,M.Pd, ibu Aam Nurhasanah, S.Pd serta Om Jay dkk. Semoga tulisan ini menjadi cikal bakal lahirnya sebuah buku yang akan selalu di kenang oleh para pembacanya kelak, Aamiin yra. Terimakasih.

 

 

Salam literasi Bogger pemula,

 

Nana Wihana


Komentar

  1. Terima kasih sudah mengerjakan tugasnya dengan baik

    BalasHapus

  2. Mantap Pak Nana, lengkap sekali resumenya.👍👍👍
    Salam literasi.

    BalasHapus
  3. Alhamdulillaah lengkap tulisannya, Tetap semangat dalam berliterasi 💪

    BalasHapus
  4. Terimakasih teman2 semuanya sudah berkenan mampir. 👍🙏

    BalasHapus
  5. Luar biasa resumenya pak...lengkap
    Untuk sarannya...ada beberapa bentuk tulisan yg berbeda dg yg lain pak...agar disamakan biar rapi

    BalasHapus
  6. Mantap pak Nana, keren, lengkap. semangat berkarya, semangat menginspirasi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

  Pelatihan belajar menulis bersama PGRI saat ini Rabu tgl. 27 januari 2021 adalah pertemuan ke 11. Narasumbernya adalah Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd., dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Ketika kita kesulitan dalam menerbitkan naskah untuk menjadi buku di    Penerbit Mayor, maka Penerbit Indie adalah solusinya. Informasi tentang profil dan hal-hal lain terkait narasumber bisa berkunjung di : http://www.praszetyawan.com/p/profil.html https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html Naskah yang di kirim ke penerbit mayor besar kemungkinannya akan di tolak. Kalaupun naskah kita diterima akan tetapi proses penerbitannya akan memakan waktu lama. Untuk mengatasi semua itu kita bisa mencari penerbit lain dan salah satunya adalah penerbit indie dalam hal ini adalah Penerbit Gemala. Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan jika naskah kita di kiri...