Kegiatan Pelatihan Belajar Menulis di KSGN.
Assalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah
bisa ketemu kembali dalam keadaan sehat walafiat sehingga malam ini masih bisa
mengikuti kegiatan Program Belajar Menulis bersama PGRI. Senang sekali rasanya dapat
bergabung dan bisa mengikuti kegiatan yang mencerdaskan lagi berfaedah ini.
Berikutnya
susunan acara pada kegiatan kali ini :
1.
Pembukaan,
yang baru saja dilakukan
2.
Paparan
narasumber
3.
Tanya
jawab. Yang ingin bertanya silahkan kirimkan ke no saya: 0812 93 72 47 32.
4. Penutup.
Malam
ini nara sumbernya ialah Bapak Mukminin yang akrab dipanggil Cak Imin dengan
tema “Tips Menulis dan Menerbitkan Buku
ke Penerbit”. Sedangkan moderatornya Bp. Sucipto Ardi. Tema malam kali ini
menarik sekali, terutama bagi mereka yang memang sudah bermiat menerbitkan
buku. Untuk lebih mengetahui beliau, silahkan kunjungi link dibawah ini..
https://cakinin.blogspot.com/2020/10/curiculum-vitae.html
Pada
malam ini narasumber akan berbagi pengalaman / sharing selama mengikuti
kegiatan belajar menulis bersama PGRI dan Om Jay tentang menulis dan menerbitkan
buku ke penerbit. Belilau mulai ikut belajar menulis mulai tanggal 29 Maret
s.d. Desember 2020 dan telah menerbitkan dua buku solo :
1. 1. 55
Pantun Nasihat diterbitkan kelompok Majas Bojonegoro.
2. Jurus
jitu Menjadi Penulis Andal Bersama Pakar diterbitkan KAMILA PRESS LAMONGAN dan 8 buku karya bersama ( Antologi).
Bagi penulis pemula ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan sebuah buku :
1. Diperlukan sebuah keberanian dan tekad yg kuat untuk mempublikasikan tulisan dengan harapan berbagi pengalaman. Tanpa niat yang kuat maka tidak akan terbit buku kita. sebab menulis itu bukan karena bakat, tetapi karena niat kuat untuk menulis dan terus menulis dan terus berlatih.
2. Kita harus berpola pikir bahwa menulis itu mudah. Jangan berkata menulis itu sulit. Dengan berkata menulis itu mudah maka otomatis pikiran dan hati kita diberi kemudahan. Kalau dibalik menulis itu sulit maka terhentilah pikiran dan hati kita untuk menulis bahkan akan mengalami kebuntuan. Karena terpola. Percayalah ucapan adalah doa.Ada yang mengatakan bahwa menulis itu semudah bicara. Memang benar, Anda bicara lalu direkam dengan hp (Writer plus atau Color Note) langsung terekam tinggal edit saja maka jadilah tulisan. Maka tulislah apa saja yang kita dengar, kita lihat, kita baca dan kita rasakan.
3. Kenali pasion kita (potensi kita) apakah suka menulis buku bisnis, agama, pendidikan, fiksi (cerpen, novel, roman, IT, motifasi dll). Dengan mengenali potensi kita maka akan mempermudah kita untuk menulis. ehebat apapun potensi kita tanpa diasah dan berlatih terus maka sia-sia. Dengan demikian kita terus berlatih menulis dan menulis.
4. Banyak membaca.Untuk menjadi penulis buku bisa diperoleh melalui pengalaman dan pengetahuan dengan banyak membaca buku, sehingga wawasan kita akan bertambah dan bisa kita tulis menjadi buku yg menarik. Selanjutnya langsung action parktik menulis apa saja yang kita suka lalu simpan di blog pribadi. Bisa berupa resume kuliah online bersama Om Jay, puisi, cerpen, artikel, kisah perjalanan, motivasi dll. Yang nantinya kita jadikan buku.
Ada beberapa tip sederhana di tengah kesibukan kita sehari-hari agar tetap produktif menghasilkan karya-karya bermutu hingga melahirkan sebuah buku. Ketika ada peristiwa atau kejadian yang perlu kita lakukan adalah sebagai berikut :
1. Tulislah,
segera ambil hp kita ambil gambar, tulis di hp pokok-pokoknya yaitu 5W +
1H, atau tulis di buku catatan / kertas
atau langsung bicara dg direkam di hp.
2. Tentukan
waktu yg tepat untuk menulis. Setiap orang tidak Sama, ada yg sempat habis
sholat subuh, ada yg sebelum tidur. Terserah kita masing-masing.
Kembangakan pokok-pokok tulisan menjadi
tulisan yang baik, enak dibaca dengan kalimat pendek, sederhana yang mudah
dipahami dan gunakan istilah umum.
3. Tampilkan
tulisan kita dengan ciri khas dan gaya sendiri (trade mark), karena setiap
orang punya style masing-masing.
4. Jangan
membatasi jumlah halaman, mengalir saja, tulislah sebanyak-banyaknya. Jangan
menulis sambil mengedit. Tulis saja sampai selesai baru kita edit sampai
benar-benar bagus dan sesuai dengan EYD / EBBI.
5.
Mempelajari
bagaimana buku itu diterbitkan.
a.
Bagaimana
membuat cover buku.
b.
Bagaiman
Judul yg menarik perhatian pembaca
c.
Apa
saja yg harus dikirim ke penerbit dari naskah / tulisan kita menjadi buku.
6.
Siapkan
kata pengantar.
7.
Daftar
Pustaka.
8.
Biodata
penulis.
9. Sinopsis
untuk cover buku bagian belakang berisi, inti dari isi buku kita, kelebihan buku kita dan untuk promosi)
10. Semua jadikan 1 file kirim ke ke penerbit lwt email dan lewat WA.
Bapak ibu sekalian yg hebat, penerbit buku ada macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie. Apa perbedaanya? mari kita ikuti uraian berikut ini :
PENERBIT MAYOR DAN PENERBIT INDIE.
Berikut
perbedaan antara penerbit mayor dan penerbit indie sebagai berikut :
|
PENERBIT MAYOR |
PENERBIT INDIE |
|
1.
Jumlah Cetakan. Mencetak bukunya secara masal.
Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar
untuk dijual di toko-toko buku.
|
1. Jumlah Cetakan. Hanya
mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan
POD (Print On Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online
Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WAG, dll. |
|
2.
Pemilihan naskah yang diterbitkan. Naskah yang akan diterbitkan harus
melewati beberapa tahap prosedur. Penerbit mayor mencetak bukunya secara
masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah
yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk
menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat
yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat
penolakan. |
2.
Pemilihan naskah yang diterbitkan. Tidak
menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan,
tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta
tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti
diterbitkan.
|
|
3.
Profesionalitas. Penerbit mayor tentu saja profesional
dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.
|
4.
Profesionalitas. Penerbit indie juga profesional, tapi
sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit
indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih
penerbit. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih
belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian
awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat
kasar bukan bookpaper (kertas coklat halus). |
|
5.
Waktu Penerbitan. Pada umumnya sebuah naskah diterima
atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima,
ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai
bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak
sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat
didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan
penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor
dan ditarik kembali oleh penerbit. |
5.
Waktu Penerbitan. Tentu berbeda naskah yang sudah deal
antara penulis dan penerbit maka segera memproses naskah dengan cepat. Dalam
hitungan minggu buku sudah bisa terbit. Penerbit Indie tidak fokus pada
selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Menerbitkan karya yang
penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan
sehingga tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.
|
|
6.
Royalti. Kebanyakan penerbit mayor mematok
royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada
penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan
buku. |
6.
Royalti. Umumnya 15-20% dari harga buku. Dipasarkan dan dijual
penulis lewat Fb, Instagram, WAG, Twitter, status, dll
|
|
7.
Biaya penerbitan. Biaya penerbitan gratis. Itulah
sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun
buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Penerbit mayor memiliki pertimbangan
dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku
tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. |
7.
Biaya penerbitan. Berbayar sesuai dengan aturan
masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang lain berbeda. Karena
pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.
|
|
Berikut adalah contoh PENERBIT MAYOR
DAN PENERBIT INDIE : |
|
|
Contoh
penerbit mayor adalah Gramedia Pustaka Utama, Mizan, Republika, Grasindo,
Loka Media, Tiga Serangkai, Bentang Pustaka, Erlangga, Yudhistira, Andi Yogyakarta dan lain sebagainya.
|
Contoh
penerbit Indie adalah KAMILA PRESS LAMONGAN sebagai penerbit Indie, melayani
cetak buku , jasa lengkap dengan jasa desain cover buku, Lay out, editing dan
ISBN. Jasa Penerbitan KAMILA PRESS LAMONGAN. Pengiriman
naskah untuk buku: Ketik diatas kertas A5 ukurannya 14,8 x 21 cm, spasi 1,15
ukuran font 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm.
Gunakan huruf Arial, calibri atau
Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA Cak Inin atau email
gusmukminin@gmail.com, lebih lengkap lihat link penerbit Kamila Press, yaitu: https://cakinin.blogspot.com/2021/01/cetak-awal-10-buku-dan-cetak-ulang.html |
Beliau juga membuka jasa penerbitan dengan nama KAMILA PRESS LAMONGAN dengan harga terjangkau berikut informasi terkait yang bisa di akses https://cakinin.blogspot.com/2021/01/cetak-awal-10-buku-dan-cetak-ulang.html.
Berikut syarat-syarat penerbitan di KAMILA PRESS
LAMONGAN:
1.
Kirimkan naskah lengkap mulai judul,
kata pengantar, daftar isi, naskah lengkap sesuai urutan daftar isi, daftar
pustaka, biodata penulis dengan fotonya dan Sinopsis (ditempatkan di cover
belakang). Kalau ada Endors dari pakar (orang ahli).
2. Ketik A5 ukurannya 14,8 x 21
cm, spasi 1,15 ukuran font 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan
bawah 2 cm. Gunakan huruf Arial, calibri atau Cambria dan masukkan dalam
1 file kirim ke WA Cak Inin atau email gusmukminin@gmail.com
3. Untuk Judul dan Cover.
a.
Untuk judul kalau kurang pas
percetakan membantu mengusulakan judul yang menarik.
b.
Cover buku boleh dibuat
percetakan tinggal poles biar cantik dan menarik dengan kesepakatan.
c. Apabila cover minta dibuatkan, percetakan siap membuatkan.
Biaya
penerbitan buku di KAMILA PRESS LAMONGAN sendiri bayar apabila sudah lengkap tentang
Cover buku, layout, edit, ISBN. Telah di koreksi bersama antara penulis dan
penerbit. Kalau sudah sepakat, kemudian kita cetak dan baru bayar semuanya plus
ongkos kirim.
Silahkan menghubungi KAMILA PRESS LAMONGAN bagi rekan-rekan yang punya naskah/buku tinggal kirim judul, nama penulis lengkap dengan gelar, kata pengantar dari siapa, minta warna apa, boleh ada foto penulis atau gambar yang lain, suka-suka.
Berikut
contoh-contohnya :
Di bawah ini buku karya Bp. Suharto yang laris manis. Walaupun penulis dalam keadaan sakit akan tetapi beliau bisa menerbitkan tiga buah buku. Luar bisa emang. Salut.
Berikut ini juga cover buku terbaru Bp. Dr. Ngainun Naim, beliau tercatat sebagai dosen IAIN Tulungagung yang masih dalam proses cetak.
Ada fasilitas yang di dapat jika kita mencetak buku di
Penerbit KAMILA PRESS LAMONGAN
Selain
mendapat fasilitas buatkan cover buku, layout, edit dan ISBN penulis juga dapat
PO (Pre Order) buku atau promo buku dengan harganya serta dapat sertifikat dari
penerbit yang kerja sama dengan pencetakan.
Pesan dari narasumber sebagi berikut :
1. 1. Menulis
itu mudah, ayo terus menulis.
2. Tiada
kata terlambat untuk menulis, tulislah segera apa yang Anda suka, Anda dengar,
Anda lihat, Anda baca dan Anda rasakan untuk berbagi kebaikan ( Cak Inin 2020).
3. Torehkan
penamu dari hikmah jejak kakimu, siapa tahu itu jadi penolongmu ( Cak Inin
2020).
4. Kalau
kamu ingin panjang umurmu, maka Menulislah!. ( Cak Inin 2020).
Syarat agar buku agar layak diterbitkan diantaranya buku tersebut bermanfaat bagi orang banyak, tidak melanggar sara dan naskah buku boleh dari karya ilmiah yang dijadikan buku dan naskah non ilmiah. Sedangakn Format kertas umumnya di percetakan beliau adalah A5 ukurannya 14,8 x 21 cm, spasi 1,15 ukuran fon 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. Gunakan huruf Arial, Calibri atau Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA beliau atau email gusmukminin@gmail.com
Naskah
yang bisa diterbitkan minimal 60 halaman sedangkan untuk font penerbit Indhei seperti
tempat saya font 11. Penerbit Indhie tidak menolak menerbitkan buku asal sesuai
aturan, buku itu bermanfaat bisa cerpen, puisi, kisah perjalan, buku pelajaran,
tips menerbitkan buku, menulis buku dan sebagainya yang penting tidak melanggar
sara. Di penerbit indhie sendiri untuk penjulan buku dipersilahkan di jual oleh
penulisnya dengan dibuatkan PO buku (Promo Buku) harga tidak mahal dan
disesuaikan dengan jumlah halaman.
Luar
biasa, menakjubkan dan menginspirasi sekali kegiatan Pelatihan Belajar Menulis
di KSGN-PGRI asuhan Om Jay dan rekan-rekan ini, sampai pertemuan kali ini yang
membahas tentang tahapan-tahapan menerbitkan buku. Semoga kelak dari group
belajar menulis ini akan lahir penulis-penulis hebat yang akan ikut andil nyata
dalam memajukan negeri tercinta ini sehingga bisa duduk sama rendah dan berdiri
sama tinggi dengan negara-negar yang sudah maju. Goresan penanya akan banyak
terukir di berbagai buku yang tersebar seantero negeri. Sejarah akan terukir
oleh para pendidik yang terlibat aktif dan ikhlas mengabdikan seluruh jiwa
raganya untuk mencerdaskan tunas-tunas bangsa sebagai generasi penerus yang
handal.
Demikian Pelatihan Belajar Menulis edisi rabu kali ini. Saya merasa senang mengikuti kegiatan Program Belajar Menulis bersama PGRI ini. Terimakasih Pa Mukminin, Pa Sucipto dan Om Jay bersama timnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Demikian kata beliau, pengalaman penulis pemula yang nekat menerbitkan bukunya dan ternyata ada hikmahnya memang Manjadda Wajada.
Jadi, menerbitkan buku dapat hadiah jadi penerbit buku juga. Ayo terbitkan buku Anda. Tidak ada kata terlambat. Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Wassalam
bloger pemula, salam literasi.
Nana
Wihana
anjang pak nana semangat
BalasHapusAmazing.....
BalasHapusmakin keren aja ....
semangat...semangat...
Mabtaasp... lanjutkan
BalasHapusoke.. lanjutken
BalasHapusTerimakasih man teman telah mampir,.
BalasHapusSuper lengkap...tetap semangat pak
BalasHapus
BalasHapusKeren Pak Nana resumenya. Semakin berbobot.👍
Oke siap, terima kasih atas kunjungan dan supportnya. 🙏👍
BalasHapusSy suka pas perbandingan antara Mayor & indie, sistematis + tabel, keren pak Nana 👍
BalasHapusWeisssssss Bapak Nana Tulisannya semakin kerennnnn terlihat profesional,,,makasih selalu berkunjung & suport ke blog saya pak .....
BalasHapus