Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021
TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU
Minggu, tanggal 14 Februari 2021
Hari ke-14
Oleh
Nana Wihana
NPA : 1019200412

HONDA 1
Setelah lama merantau di
negeri sebrang menimba ilmu, sayapun memutuskan pulang kampung. Ada rencana besar
akan melanjutkan tugas mengajar yang sempat tertunda dulu. Tahun 1997 merupakan
pengalamn pertama bertugas di sebuah sekolah menengah pertama milik pemerintah.
Kebetulan letaknya dekat dengan rumah. Saat itu saya di minta oleh teman untuk
membantu mengajar Bahasa Inggris. Kepala sekolah menyambut baik kehadiran saya menginat
jumlah guru tersebut kurang. Saat itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa
semester enam atau tujuh.
Ada niatan untuk
mendarmabaktikan hidup saya demi kemajuan pendidikan di kampung halaman. Di
penghujung tahun 1999 saya dapat kabar dari Dinas Pendidikan setempat melalui
sekolah dimana saya pernah bertugas. Saya di undang untuk mengikuti seleksi
guru honor daerah (Honda). Awalnya saya sempat ragu bertugas di daerah
terpencil, dan akan di tempatkan di SLTP atau MTs Negeri dan swasta. Program
tersebut disinyalir merupakan pengganti tes CPNS yang selama itu tidak ada
dalam waktu tertentu.
Setelah mengikuti pemberkasan
untuk memenuhi syarat-syarat yang telah di tentukan, sayapun mengikuti tahapan
selanjutnya yaitu tes seleksi guru honor daerah. Seminggu kemudian datang kabar
baik dan saya di nyatakan lulus. Besoknya saya harus datang ke kantor dinas
untuk menerima Surat Keputusan. Ternyata yang di nyatakan lulus hanya 50
peserta dari ratusan yang mendaftar.
Dalam SK tercantum “Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional Provinsi Jawa Barat No. 1110/102-2/Kep/pr/2000. Tentang Penetapan Guru Bantu Sekolah untuk tingkat SLTP dan MTs Negeri dan Swasta. Program Guru Bantu tersebut terwujud berkat Proyek Peningkatan Pendidikan Dasar Jawa Barat (WEST JAVE BASIC EDUCATION PROJECT) tahun 1999/2000”. Setelah SK di terima dan berbekal alamat yang tertera di dalamnya, besoknya saya langusng survey menggunakan sepeda motor ke tempat di mana saya akan di tugaskan.
Di pagi hari yang cerah
sayapun pergi menyusuri jalan yang terjal nan gersang. Setelah melewati puluhan
kilo meter akhirnya jalan menuju sekolah semakin bagus. Bahkan selama kurang
lebih tiga puluh menit saya dapat menikmati pemandangan yang mempesona. Tampak sebelah
kiri kanan tersaji pemandangan sawah yang indah luas membentang. Suasana jalan
begitu sepi, angin sepoy-sepoy menerpa wajah. Sekali-kali kendaraan truk
menyalip menambah kencangnya terpaan angin berhembus. Sayapun ikut oleng di
buatnya, hampir masuk got di pinggir kiri jalan. Untungnya keterampilan
mengendarai sepeda motor sudah saya kuasai semenjak duduk di kelas V sekolah
dasar.
Keterampilan naik
sepeda motor cepat saya kuasi karena orang tua memilikinya. Ketika beliau tidak
ada di rumah, saya mencuri-curi waktu untuk sekedar mencoba-coba menghidupkan
sepeda motor tersebut. Keterampilan naik
sepeda motor saya dapatkan juga dari tetangga yang berprofesi sebagai mekanik
yang bertugas di Berdikari Motor Honda. Tiap pagi saya memperhatikan banyak
tamu-tamu yang datang ke rumah tetangga saya untuk memperbaiki sepeda motornya.
Setiap tamu yang datang tidak pernah luput dari perhatian saya, bagaimana cara mereka
menghidupkan sampai mengendarai sepeda motor dengan benar. Terima kasih. Bersambung,…
Salam literasi,
Nana Wihana


ditunggu sambungannya ya ...
BalasHapusSiap, terimakasih telah mampir ke blog saya 👍🙏
Hapus
BalasHapusEtin
Weishhhh semakin terlihat beda pak dengan Resume...terlatih..semangat.....lanjutkan
Nakal juga ya suka nyuri-nyuri, ha ha ha....
BalasHapusDitunggu lanjutannya, Pak
Mantap
Sosok guru berdedikasi tinggi. Salut Pak, semoga sukses.
BalasHapusPenasaran dengan sbungannya
BalasHapusTerimakasih teman2 semuanya telah berkenan mampir ke sy.🙏👍
BalasHapus