Langsung ke konten utama

MENULIS DI BLOG JADI BUKU ke 10

 

Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021
TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU
Rabu, tanggal 10 Februari 2021
Hari ke 10
Oleh
Nana Wihana
NPA : 1019200412



IKAN HIAS


Di hari minggu yang cerah sengaja saya tidak pergi kemana-mana karena sudah punya janji dengan anak-anak yang ingin belajar berkelompok. Mereka memerlukan bimbingan saya terkait dengan pelajaran yang pernah saya sampaikan. Ada beberapa materi pelajaran yang belum di pahami oleh siswa, itulah sebabnya mereka berkelompok datang ke rumah saya. Sudah terbiasa dan umum, jika para siswa belum memahami tentang materi pelajaran maka mereka berkelompok untuk belajar bersama di salah satu rumah teman-teman mereka. Hari ini kebetulan mereka datang ke rumah saya di karenakan ingin mendapatkan penjelasan yang maksimal, sementara di antara teman-teman satu kelompoknya belum ada yang paham betul.

Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh siswa jika ada materi yang belum paham. Ada yang mengikuti bimbingan belajar di tempat-tempat kursus, ada yang berlajar kelompok di salah satu rumah pesertanya, dan ada pula yang menghubungi guru mata pelajarnnya seperti saat ini. Ada juga yang belajar mandiri di rumahnya masing-masing dengan bertanya kepada anggota keluarganya. Kelompok terakhir ini merupakan jumlah terbesar.

Orang tua saya dulu ketika masih status pelajar melakukan hal yang sama. Saya dititipkan kepada guru kelas untuk mengikuti dan mendalami pelajaran yang belum dipahami. Sebagai imbalannya orang tua saya memberikan sejumlah uang ataupun bentuk lain. Ucapan terima kasih tidak hanya dengan uang akan tetapi bisa juga dengan bentuk benda mati misalnya berupa hadiah. Namun ada juga yang lain yaitu berupa mahluk hidup seperti ikan hias misalnya. Begitupun dengan saya, ada orang tua yang memberikan beberapa anak ikan hias sebagai imbalan membimbing anak mereka. Kebetulan keluarganya punya usaha di bidang ikan hias.

Bukan sembarang ikan tentunya, mengingat harganya yang fantastis. Beberapa bulan lamanya ikan itu bertambah besar. Sengaja ikan-ikan hias itu ditempatkan di sebuah aquarium yang terletak di pojok ruang tamu. Agar setiap saat bisa dinikmati keindahan yang terkandung di dalamnya. Di samping akuarium dengan ikan hiasnya ada juga bunga-bunga di dalam pot yang bisa memberikan kesan sejuk dan segar yang memandangnya. 


Memelihara ikan memberikan beragam manfaat untuk kesehatan kita, terutama kesehatan jiwa. Ada beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan ketika kita memilih untuk memelihara ikan. Pertama bisa mengurangi lelah dan stress setalah beraktifitas seharian, kedua pikran merasa tenang dan nyaman. Efek menenangkan ini berasal dari suara air yang mengalir dan warna warni ikan yang berada di akuarium atau kolam. Suara aliran air, seperti deburan ombak, tetesan air hujan, maupun arus sungai dapat membuat seseorang menjadi lebih rileks.

Seseorang juga akan semakin rileks ketika melihat ikan warna-warni bergerak dengan pemandangan yang indah, seperti batu-batu ataupun pepopohan yang kerap menghiasi area kolam atau akuarium. Berkat kedua alasan ini maka disimpulkan bahwa memelihara ikan bisa memberikan ketenangan serta membantu mengurangi rasa gelisah dan stres. Alasan ini pun juga diduga menjadi dasar mengapa banyak akuarium di pajang di restoran, kantor, klinik, ataupun rumah sakit. Alasan ini yang mungkin mejadi penyebab mengapa banyak akuarium di pajang di berbagai tempat misalnya di perkantoran, klinik, dan tempat-tempat strategis yang lainnya.


Terima kasih,..


Salam literasi


 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENULIS DI BLOG JADI BUKU ke-14

  Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021 TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU Minggu, tanggal 14 Februari 2021 Hari ke-14 Oleh Nana Wihana NPA : 1019200412 HONDA 1 Setelah lama merantau di negeri sebrang menimba ilmu, sayapun memutuskan pulang kampung. Ada rencana besar akan melanjutkan tugas mengajar yang sempat tertunda dulu. Tahun 1997 merupakan pengalamn pertama bertugas di sebuah sekolah menengah pertama milik pemerintah. Kebetulan letaknya dekat dengan rumah. Saat itu saya di minta oleh teman untuk membantu mengajar Bahasa Inggris. Kepala sekolah menyambut baik kehadiran saya menginat jumlah guru tersebut kurang. Saat itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa semester enam atau tujuh. Ada niatan untuk mendarmabaktikan hidup saya demi kemajuan pendidikan di kampung halaman. Di penghujung tahun 1999 saya dapat kabar dari Dinas Pendidikan setempat melalui sekolah dimana saya pernah bertugas. Saya di undang untuk mengikuti seleksi guru honor daerah (Honda). ...