Langsung ke konten utama

MENULIS DI BLOG JADI BUKU ke 12

 

Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021
TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU
Jum’at, tanggal 12 Februari 2021
Hari ke 12
Oleh
Nana Wihana
NPA : 1019200412

Mereka tak sadar bahwa saya sudah berada di belakangnya. “Kamu tahu berapa harga ikan itu?”. Tanya saya mengejutkan mereka.
"Tidak tahu pak". Jawab mereka berdua serentak.
"Coba tawarkan kepada tetangga sebelah, sambil saya menunjukan ke salah satu rumah!". Perintah saya pada Andri. Andripun mengambil dan memsukan ikan tersebut ke sebuah plastik berisi air dan menawarkannya ke tetangga sebelah. Sementara saya suruh Firman untuk melakukan hal yang sama dan menawarkannya ke toko ikan hias. Tak lama Andri menghadap dan saya tanya.
"Ditawar berapa ikan itu nak?" tanya saya kepada Andri.
"50.000 Rupiah Pak". Jawab si Andri mantap.
Tak lama Firmanpun datang menghadap saya dan melaporkannya.
"Berapa ia menawar ikan itu Man ?". Tanya saya pada Firman.
"800.000 Rupiah Pak". Jawab Firman dengan gembira, ia mengira saya akan menjual ikan itu. Andai benar dugaan Firman maka akan ada dua keuntungan yang dia dapatkan. Pertama jelas akan dapat upah dari hasil jual ikan dan yang kedua nilai pelajaran Bahasa Inggris akan lebih bagus dari sebelumnya.
 
Kemudian saya menyuruh kembali mereka berdua untuk menjualnya. Saat ini yang di tuju adalah seseorang yang pernah juara lomba ikan hias."
Sekarang coba tawarkan ke Si Rony, bawa ini sebagai bukti bahwa ikan tersebut sudah pernah ikut lomba". Perintah saya sambil memasukan dua ikan arwana merah ke dalam plastik berisi air.
 
"Baik Pak". Jawab mereka. Kemudian kedua anak itu pergi menggunakan sepeda motornya. Setelah bertanya-tanya dan ketemu orang yang di maksud, maka pulanglah mereka berdua. Setelah tiba di rumah kemudian mereka lapor pada saya.
"Berapa ia menawar ikannya?". Tanya saya.
"50 juta Rupiah Pak".
 
Yang terkejut bukan hanya mereka berdua, akan tetapi teman-teman yang lainpun sama. Semuanya merasa heran dengan harga ikan yang bisa berbeda-berbeda itu. Sayapun menjelaskan sebelum kegiatan belajar kelompok di mulai. Seraya berdiri, saya menyuruh mereka untuk mendekat.
 
"Anak-anakku sekalian, saya sedang mengajarkan kepada kalian semua bahwa kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat".
Ada pesan mendalam yang dapat kita pelajari dari ikan hias ini, yaitu :
1.   Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita dengan baik.
2.   Kita adalah orang yang menarik di mata orang-orang yang memahami kita.
3.   Kita amat istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita.
4.   Kita adalah pribadi yang menjengkelkan bagi orang-orang yang penuh kedengkian terhadap kita.
5.  Kemudian yang terakhir, kita adalah orang-orang jahat di dalam tatapan orang-orang yang iri kepada kita.
 
Terimakasih,…
 
Salam literasi



Komentar

  1. Terimakasih telah berkenan mampir ke blog saya ๐Ÿ™๐Ÿ‘

    BalasHapus
  2. Tulisan dengan pesan yang mendalam, dibagian terakhir jadi melow pas baca "kamu hanya akan dihargai dengan benar ketika kamu berada di lingkungan yang tepat"

    Mantap,Pak :)

    BalasHapus
  3. Satu kata untuk Pak Nana: Top

    BalasHapus
  4. Satu kata untuk Pak Nana: Top

    BalasHapus

  5. Keren pak pesan dari cerita ikan hiasnya sangat dalam banget dan perlu buat dimaknai dlm kehidupan kita...semangat pak Menulis setiap hari...

    Etin Cianjur

    BalasHapus
  6. wah kreeen pelajaran yang sangat berharga. menginspirasi pak...kreen tulisannya........harus jadi buku ini. mantaaap

    BalasHapus
  7. Wah semakin mantul saja ni Pak Nana semoga saya bisa secepat dan sesemangat Pak Nana

    BalasHapus
  8. Jangan lupa komen punya saya nggih matursuwun

    BalasHapus
  9. Terimaksih teman2 semuanya telah berkenan mampir ke blog sy.

    BalasHapus
  10. Luar biasa, Pak Nana. Kisahnya sangat inspiratif, memberikan nilai moral yang tinggi.

    BalasHapus
  11. Kisah yg inspiratif..mantul pak nana....

    BalasHapus
  12. Terimakasih teman2 semuanya atas support dan apresiasinya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

  Pelatihan belajar menulis bersama PGRI saat ini Rabu tgl. 27 januari 2021 adalah pertemuan ke 11. Narasumbernya adalah Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd., dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Ketika kita kesulitan dalam menerbitkan naskah untuk menjadi buku di    Penerbit Mayor, maka Penerbit Indie adalah solusinya. Informasi tentang profil dan hal-hal lain terkait narasumber bisa berkunjung di : http://www.praszetyawan.com/p/profil.html https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html Naskah yang di kirim ke penerbit mayor besar kemungkinannya akan di tolak. Kalaupun naskah kita diterima akan tetapi proses penerbitannya akan memakan waktu lama. Untuk mengatasi semua itu kita bisa mencari penerbit lain dan salah satunya adalah penerbit indie dalam hal ini adalah Penerbit Gemala. Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan jika naskah kita di kiri...