Langsung ke konten utama

MENULIS DI BLOG JADI BUKU Ke-19

Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021
TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU
Jum’at, tanggal 19 Februari 2021
Hari ke-19
Oleh
Nana Wihana
NPA : 1019200412

 

HONDA 6

Sudah beberapa kali pertemuan akhirnya merekapun bisa memahami dan terbiasa mengucapkan kata-kata ataupun kalimat-kalimat asing tersebut. Memang yang bisa baru sebagian dan awalnya berat, tapi lama-kelamaan akan terbiasa. Bisa karena sudah biasa. Mudah-mudahan ke depannya menjadi budaya berbicara. Saya berprinsip, belajar bahasa itu harus di praktekan. “The practice makes perfect.”

Model pembelajaran ini harus bertahap dan berkelanjutan. Inilah yang membuat perbedaan antara siswa di daerah dengan di kota. Anak-anak di daerah belajar seadanya, belajar mengandalkan di sekolah sedangkan siswa di kota akan mengikuti berbagai macam kegiatan di luar kelasnya. Misalnya kursus ataupun bimbel.

Di awal pembelajaran saya mencoba bertanya kepada semua siswa. “What did you study last night?”. Untuk beberapa saat kelas hening. Tidak lama kemudian ada respon dari salah satu siswa laki-laki dari barisan belakang.” We study bentuk lampau sir.” Jawab Rasma. Rasma adalah salah satu siswa yang pandai. Anaknya pemberani, aktif dan penuh semangat dalam belajar.

Anak-anakku sekalian, kalian boleh campuran dengan menggunakan Bahasa Indonesia apabila kosakatanya belum banyak di kuasai. Namun jangan lupa juga setelah itu mencari tahu artinya di kamus. Apabila kegiatan ini konsisten di lakukan, maka akan menambah kosakata sehingga akan lancar dalam berbicara. Pola 75% praktek dan 25% teori bisa di aplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. Syukur-syukur kalau bisa di masukan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler sehingga lebih leluasa.

“ Right Rasma your answer was correct, bentuk lampau adalah Past Tense. I replied. So, I studied the past tense last night. Untuk melatih keterampilan berbicara, kami kembali bertanya. “What was the tenses? And how many tenses did you know?. Tak lama berselang ada jawaban dari salah satu siswa perempuan yaitu, “ The tenses was a form of time.” Her replied. I appreciated the students for her answer or opinion.


Terima kasih. Bersambung,…

 

 

Salam literasi.  

 

 

 

 



Komentar

  1. Balasan
    1. Thank you, di tunggu juga brgkli ada masukan ataupun hal yang lainnya.

      Hapus
  2. Keren Pak dengan hondanya ternyata Pak Nana ini guru Bahasa Inggris Juga semangat Pak

    BalasHapus
  3. I didn't study last night sir, I only typed for my duty. There is Writing competition Sir...

    BalasHapus
  4. Terimakasih teman2 semuanya telah berkenan mampir dan terimakasih juga atas supportnya πŸ™πŸ‘

    BalasHapus
  5. Kerennnn Pak ,,,,semangattt berkarya,,,

    BalasHapus
  6. Pokoke the vest teacher lah Pak Nana ini. Coba guru B. Inggris sy dulu kayak Pak Nana ya cara mengajarnya. Pasti sy sekarang gak jd guru Bahasa Indonesia.

    BalasHapus
  7. Thank you,...😁🀣🀭

    BalasHapus
  8. Ditunggu sambungan ceritanya Pak...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

  Pelatihan belajar menulis bersama PGRI saat ini Rabu tgl. 27 januari 2021 adalah pertemuan ke 11. Narasumbernya adalah Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd., dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Ketika kita kesulitan dalam menerbitkan naskah untuk menjadi buku di    Penerbit Mayor, maka Penerbit Indie adalah solusinya. Informasi tentang profil dan hal-hal lain terkait narasumber bisa berkunjung di : http://www.praszetyawan.com/p/profil.html https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html Naskah yang di kirim ke penerbit mayor besar kemungkinannya akan di tolak. Kalaupun naskah kita diterima akan tetapi proses penerbitannya akan memakan waktu lama. Untuk mengatasi semua itu kita bisa mencari penerbit lain dan salah satunya adalah penerbit indie dalam hal ini adalah Penerbit Gemala. Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan jika naskah kita di kiri...