Lomba Blog PGRI di Bulan
Februari 2021
TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU
Sabtu, tanggal 20 Februari 2021
Hari ke-20
Oleh
Nana Wihana
NPA : 1019200412
Ada perbedaan yang sangat signifikan dalam kegiatan belajar mengajar di setiap sekolah yang pernah saya singgahi. Mulai dari sekolah menengah pertama, Madrasah Tsanawiyah sampai sekolah menengah atas ataupun sekolah menengah kejuruan. Di Madrasah Tsanawiyah sendiri meskipun mengajar Bahasa Inggris tetap harus memasukan unsur-unsur keagamaan. Mengingat di sekolah ini berbasis agama, maka unsur-unsur agama lebih dominan dalam pembelajaran. Namun, semua itu dikembalikan lagi kepada masing-masing sekolah yang bersangkutan.
Ada
pesan-pesan moral ataupun ahlakul karimah yang harus tersampaikan oleh setiap
pengajar di sela-sela penyampaian materi ajarnya. Penyampaian pesan-pesan ini
umumnya di berikan pada awal pembelajaran sebelum ke materi pokok. Sementara di
sekolah-sekolah menengah pertama atau sederajat lainnya lebih menekankan kepada
aspek kegiatan membaca surat-surat pendek di samping berdo’a sebelum belajar
lebih jauh. Untuk sekolah-sekolah menengah atas ataupun sekolah menengah
kejuruan di kota-kota yang pernah saya alami tidak demikian. Hanya sebatas
berdo’a saja, berdo’a sebelum belajar. Seorang pendidik di sana lebih fokus
kepada materi ajar, mulai dari input, proses sampai output yang harus dicapai. Jarang
sekali ada kata-kata nasehat ataupun himbauan yang sipatnya menyuruh.
Sebelum belajar ke materi pokok saya sedikit memberi kata-kata ataupun kalimat motivasi. Tujuannya adalah untuk memberi motivasi agar semangat dalam mengikuti pembelajaran.”Anak-anakku sekalian, Pendidikan adalah bekal terbaik untuk perjalanan hidup,” Quote Aristoteles saya sampaikan kepada anak-anak. Artinya kita harus terus-menerus belajar, belajar dan belaljar untuk membekali diri dengan berbagai macam keterampilan. Kebodohanpun dapat dihilangkan dengan cara belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan banyak latihan.
Demikian juga dengan metoda yang digunakan tentu berbeda jauh. Usia anak dan tempat domisili ikut memberi dampak tertentu. Kita juga harus memperhatikan poin-poin penting lainnya, misalnya menjadikan belajar Bahasa Inggris menjadi kegiatan yang menyenangkan, rutin menggunakan bahasa tersebut dalam keseharian, jangan terpaku pada grammar, menggunakan lagu, menggunakan topik atau tema yang sesuai dengan kesukaan anak dan lain sebagainya.
“All right students, please open your English book page 7. Here, let’s talked about tenses, especially the past tense form.” Saya sapa mereka dengan kalimat pembuka yang sebelumnya pernah diberikan. Beberapa kosakata yang sering diucapkan sehari-haripun harus mereka pelajari di rumah terlebih dahulu. Dengan perlahan dan suara jelas sayapun menyampaikan materi tersebut, “We could say that the tenses was a form of time.” It was consist of six teen kinds, one of them was the past tense was being taught today.
Terima
kasih, bersambung
Salam
literasi.



Semangat ...engga terasa sudah yang ke 20 lagi...
BalasHapusbetuL sekali. Terimakasih telah berkunjung ke blog saya 👍🙏
Hapus
BalasHapusMantap Mr.... Your Passion good jobb
Etin
Thank you 👍🙏
HapusYes Sir...O will pay more attention for english lesson 🙏
BalasHapusMantap Pak...wait the next,,,
BalasHapusTerimakasih teman2 atas support dan apresiasinya
BalasHapusMantap Pak Nana good job
BalasHapusYess...Mirter Nana lokoke the best teacher 👍👍
BalasHapusTerimakasih teman2 atas support dan apresiasinya 👍🙏
BalasHapusGuru yang luar biasa yang perlu diguru dan ditiru
BalasHapus