Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021
TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU
Kamis, tanggal 25 Februari 2021
(Tantangan Menulis Hari ke-25)
Oleh
Nana Wihana
NPA : 1019200412
Tak terasa hari ini kegiatan Lomba Blog PGRI sudah memasuki hari ke 25. Berarti tiga hari kedepan akan selesai kegiatan tersebut. Pada artikel kali ini saya memberinya judul dengan bukan yang pertama. Artinya saya bertugas tidak hanya sekali dua kali, akan tetapi sering dan telah lama bertugas di berbagai sekolah.
“Good
morning everybody, First of all I would like to introduce myself, my name etc.
Saya awali pembelajaran dengan memperkenalkan diri.
It’s my first time taught here. Beforehand, I had been teaching somewhere. I had to run my duty there for three years. Now, I returned to guide all of you here. Nice to meet you here, I enjoyed teaching here. I hoped all of you can introduce one by one in front of the class room.
All right, it’s time for all of you to
introduce yourself. From name, class, address etc. Who could do first please
come here!.” Saya mencoba memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk
belajar berbicara. Ada seorang siswa yang mengacungkan tangan, dan siap untuk
mempraktekannya.
“Hi everybody allow me to introduce myself. My name was Rudi. I lived in Patimura. My hobby was reading dan writing. Setelah selesai sebagian siswa memperkenalkan dirinya. Kini saatnya untuk membahas materi selanjutnya.
“Well, students. What did you think of tenses?, saya mencoba memancing semua siswa agar bisa merespon pertanyaan saya.” Kelas tampak hening, mereka diam bukan tidak mengerti, tetapi lebih di sebabkan karena minimnya kosakata yang dikuasainya. Sebab, modal utama agar bisa berbicara adalah banyaknya kosakata yang telah dikuasainya.
“I was sir, I could answer that the tenses
was a form of time.” Kata seorang siswa mencoba menjawabnya.
All right, very good. What else?, Who had the
other answers. Kembali saya bertanya ke siswa yang lainnya. “The tenses was
time sir,” seorang siswa yang duduk paling belakang mencoba menjawabnya.
Well, very good.
Your answer was good.
The next question was…, how many tenses were there?,” kembali saya memacing dengan pertanyaan selanjutnya. Dan ternyata yang menjawab siswa yang sama.
Kebiasaan ini harus tetap berlanjut dan
konsisten menggunakan Bahasa Inggris dalam kesehariannya. Sehingga diharapkan
akan lahir menjadi sebuah kebudayaan.



Aduuuh saya juga engga ngerti sir...hehe
BalasHapusBisa dgn cr bljr....
Hapus