Langsung ke konten utama

MENULIS DI BLOG JADI BUKU ke 4

 

Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021

TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU

Hari ke 4 Kamis, tgl 04 Pebruari 2021

Oleh

Nana Wihana

Alhamdulillah di hari ke empat ini saya bisa memposting tulisan di YPTD. Sebelumnya saya mengalami kesulitan untuk  mengaksesnya. Berbagai usaha dan upaya telah di lakukan. Dengan mengganti  akun atau email berharap bisa mengakses YPTD, namun tetap tidak membuahkan hasil.  Asumsi saya mungkin saking antusiasnya banyak peserta yang mengakses link/web tersebut secara bersamaan. Akhirnya alhamdulillah juga di hari keempat ini saya bisa mengaksesnya dengan mengikuti saran Om Jay agar menghubungi petugas dari YPTD. Mudah-mudahan setelah ini saya bisa aktif dan kreatif menulis di YPTD ini. 

Seperti yang pernah disampaikan bahwa tujuan saya mengikuti lomba blog PGRI diantaranya ingin menjaga konsistensi saya dalam menulis. Dengan berbekal semangat ini di harapakan suatu saat nanti saya akan bisa berperan aktif dalam memajukan negeri ini sesuai dengan keterampilan yang saya miliki.  Sudah sejak lama pula ada keinginan untuk belajar menulis dan menghasilkan sebuah buku sendiri.

Setiap libur semester saya dan teman-teman lebih sering di habiskan di kampung halaman. Rasa kangen sering mengalahkan nalar. Kangen bertemu keluarga dan teman-teman waktu sekolah dulu yang membuat kami pulang kampung. Sampai suatu hari, ada tetangga sekaligus petugas Tata Usaha di sebuah sekolah menengah atas berkunjung  ke rumah orang tua saya. Katanya besok saya di suruh menghadap kepala sekola. Dan sejak saat itulah saya tertarik dengan dunia pendidikan. Kesan pertama kali mengajar, serasa memasuki sebuah ruangan. Terasa teduh dan sejuk berada di dalamnya. Sejak saat itulah saya telah menemukan tempat tinggal yang aman dan nyaman.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hari ini merupakan tahun ke 23 saya mendarmabaktikan hidup ini untuk dunia pendidikan. Sejak kuliah semester tujuh dan sampai sekarang hari-hariku lebih banyak di habiskan di sekolah. Sekolah bagi saya merupakan rumah kedua.

Pada saat lulus kuliah tidak ada testing cpns selama beberapa tahun. Sayapun mencoba mengikuti tes masuk menjadi guru honor daerah provinsi dan alhamdulillah saya lulus serta di tempatkan di sebuah sekolah terpencil. Tiga tahun kedepan ada lagi seleki honor daerah tingkat kabupaten, dan lagi-lagi saya lulus dan ditempatkan di sekolah yang berbeda. Sampai pada akhirnya sayapun lulus tes cpns 2008

 

 Salam literasi,...

 


Komentar

  1. Tetap semangat, sebentar lagi akan terwujud menjadi buku ..

    BalasHapus
  2. Perjuangan seorang guru yg luar biasa pengabdiannya. Semoga rizeki mengalir seindah keikhlasan Pak Nana dalam mendidik anak2 bangsa. Salam sukses dari ujung Lampung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yra. Terimakasih atas doa dan suportnya 👍🙏

      Hapus
  3. mantap menulikan kisahnya,,inspiratif..

    BalasHapus
  4. Teruslah jadi penebar ilmu diantara ratusan siswa, kita tidak siswa yang mana yang akan bisa menarik kita ke surga

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENULIS DI BLOG JADI BUKU ke-14

  Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021 TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU Minggu, tanggal 14 Februari 2021 Hari ke-14 Oleh Nana Wihana NPA : 1019200412 HONDA 1 Setelah lama merantau di negeri sebrang menimba ilmu, sayapun memutuskan pulang kampung. Ada rencana besar akan melanjutkan tugas mengajar yang sempat tertunda dulu. Tahun 1997 merupakan pengalamn pertama bertugas di sebuah sekolah menengah pertama milik pemerintah. Kebetulan letaknya dekat dengan rumah. Saat itu saya di minta oleh teman untuk membantu mengajar Bahasa Inggris. Kepala sekolah menyambut baik kehadiran saya menginat jumlah guru tersebut kurang. Saat itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa semester enam atau tujuh. Ada niatan untuk mendarmabaktikan hidup saya demi kemajuan pendidikan di kampung halaman. Di penghujung tahun 1999 saya dapat kabar dari Dinas Pendidikan setempat melalui sekolah dimana saya pernah bertugas. Saya di undang untuk mengikuti seleksi guru honor daerah (Honda). ...