Langsung ke konten utama

MENULIS DI BLOG JADI BUKU ke 5

 

Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021

TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU

Hari ke 5 Jum’at, tgl 05 Pebruari 2021

Oleh

Nana Wihana


Pendidikan merupakan hal yang sangat vital bagi tumbuh dan berkembangnya suatu bangsa. Maju mundurnya suatu negara dapat di nilai dari sumber daya manusianya. Dan sumber daya manusia yang hebat terlahir dari hasil pendidikan yang baik. Oleh karena itu banyak usaha dan upaya yang telah dan akan dilakukan pemerintah. Misalnya dengan perubahan kurikulum sampai dengan adanya program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Walaupun dalam pelaksanaannya tidak berjalan sebagaimana mestinya karena disinyalir bertentangan tidak hanya dengan undang-undang, tapi juga bentuk kebijakan yang diskriminatif. Pasalnya sekolah yang dilegalkan oleh UU Sisdiknas itu hanya dinikmati segelintir rakyat Indonesia. Terlepas dari prokontra akan keberadaannya, yang jelas ini merupakan suatu indikator bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus menerus memperbaiki system pendidikan secara bertahap dan berkelanjutan.

Segala sesuatu sudah pasti akan ada plus minusnya, akan ada sisi buruk dan sisi baiknya. Ambillah yang baiknya, buanglah yang buruknya untuk di perbaiki. Keluar dari zona nyaman adalah sesuatu yang bijak. Bersedia mengambil resiko terukur dari suatu keputusan adalah suatu komitmen yang harus di pegang.

Penulis di sini tidak akan berbicara mendalam tentang hal-hal sebagimana tersebut di atas. Penulis hanya ingin bercerita tentang pengalaman yang di alami di lapangan. Beberapa tahun yang lalu penulis pernah bertugas di sebuah sekolah tingkat menengah atas. Sekolah tersebut berlokasi di kota dan sedang menerapkan program rintisan sekolah bertarap internasional. Dan apabila tahapan-tahapan ini bisa di lalui dengan baik maka akan naik tingkat menjadi sekolah bertarap internasional.  Ototmatis segala sesuatunya berbau asing, misalnya bahasa inggris mutlak harus di kuasai.

Sekolah model RSBI atau SBI ini lebih memungkinkan untuk di aplikasikan di sekolah-sekolah yang berada di kota-kota besar. Terutama di lihat dari semangat belajar dan rasa ingin tahu siswa sangat tinggi, sehingga memungkinkan untuk bisa beradaptasi cepat. Hampir semua guru menggunakan bahasa asing sebagai bahasa pengantar ketika mengajar. Nah sebagian besar baik para pendidik maupun peserta didik sudah memungkinkan untuk berinteraksi dengan bahasa asing tersebut.

Kebiasaan peserta didik di sana setiap pulang sekolah langsung mengikuti bimbingan belajar. Atau kegiatan-kegiatan lainnya. Mengikuti bimbingan belajar di karenakan ada pelajaran yang dianggap kurang paham. Mereka ingin memahaminya secara mendalam, sementara di kelas waktunya terbatas atau mungkin karena hal-hal yang lainnya. Setiap libur semester sebagian dari mereka menghabiskannya untuk jalan-jalan ke luar negeri. Tujuannya adalah untuk melatih berbicara secara langsung dengan native speakernya. 

Terimakasih,

Salam literasi



Komentar

  1. Wah, mantap dan makin informatif dan sistematis Pak. Hanya ada koreksi sedikit tentang ejaannya. Sy japri sja nggih Pak?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENULIS DI BLOG JADI BUKU ke-14

  Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021 TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU Minggu, tanggal 14 Februari 2021 Hari ke-14 Oleh Nana Wihana NPA : 1019200412 HONDA 1 Setelah lama merantau di negeri sebrang menimba ilmu, sayapun memutuskan pulang kampung. Ada rencana besar akan melanjutkan tugas mengajar yang sempat tertunda dulu. Tahun 1997 merupakan pengalamn pertama bertugas di sebuah sekolah menengah pertama milik pemerintah. Kebetulan letaknya dekat dengan rumah. Saat itu saya di minta oleh teman untuk membantu mengajar Bahasa Inggris. Kepala sekolah menyambut baik kehadiran saya menginat jumlah guru tersebut kurang. Saat itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa semester enam atau tujuh. Ada niatan untuk mendarmabaktikan hidup saya demi kemajuan pendidikan di kampung halaman. Di penghujung tahun 1999 saya dapat kabar dari Dinas Pendidikan setempat melalui sekolah dimana saya pernah bertugas. Saya di undang untuk mengikuti seleksi guru honor daerah (Honda). ...