Langsung ke konten utama

MENULIS DI BLOG JADI BUKU ke 6

 

Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021

TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU
Hari ke 6,
Sabtu tanggal, 06 Februari 2021
Oleh
Nana Wihana



Udara pagi terasa sangat sejuk hari itu. Semilir angin menembus ruangan guru melalui lubang-lubang angin yang berada di atas jendela. Saya menatap jam tangan baru pukul 07.30 pagi. Masih lama pikirku jadwal mengajarku di kelas dua. Saya membuka tas untuk mengambil buku agenda mengajar hari itu. Lembar demi lembar dibuka, ternyata masih membahas topik minggu kemarin dengan tema yang sama. Di ujung meja rekan saya, ada beberapa lembaran kertas tugas siswa hasil kerja kelompok minggu kemarin. Setelah di dekati ternyata benar itu merupakan hasil tugas para siswa. Rupanya ketua kelas tersebut belum mengetahui letak meja saya.

Waktu telah menunjukan jam 08.45. Saatnya saya harus masuk kelas untuk membimbing para siswa belajar. Setelah tegur sapa dan mengabsen, tiba saatnya untuk menanyakan kembali pelajaran yang telah di ikuti minggu kemarin. Ingin mengetahui sampai dimana pemahaman mereka tentang materi yang telah saya sampaikan. Ternyata mereka responsif mejawab pertanyaan saya. Artinya mereka telah paham. Namun tetap saya mengulangi lagi materi yang telah di pahami itu. Tujuannya adalah bagi siswa yang sudah paham akan semakin paham, dan bagi siswa yang belum paham agar lebih paham lagi serta bagi mereka yang masih ragu-ragu bisa di tanyakan kembali.

Sejak menit pertama masuk suasana sudah mirip dengan kelas di luar negeri. Mengingat sekolah di mana saya di tugaskan merupakan sekolah yang sedang mengikuti program rintisan sekolah bertarap internasional. Otomatis Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung tidak ada kendala ataupun kesulitan bagi para siswa. Apa yang saya sampaikan dengan menggunakan Bahasa Inggris mereka paham benar. Itu tampak terlihat ketika saya menyampaikan materi tiba-tiba ada tiga orang siswa laki-laki dan satu orang siswa perempuan yang menginstrupsi untuk bertanya. Sayapun menjawabnya dengan baik.

Di sekolah semacam itu, kita sebagai pendidik harus benar-benar up-date segalanya. Disiplin ilmu kita harus benar-benar di kuasai dengan baik. Mengajar berdiri di depan kelas dengan rilek, santai namun tetap serius. Sambil jalan-jalan keliling kelas agar bisa memantau segala aktifitas siswa. Jauhkan buku dari tangan kita, harus ada kesan bahwa materi yang sedang di sampaikan memang benar-benar sudah kita kuasai dengan baik.

Sehingga kalau ada siswa yang bertanya, kita sudah siap untuk menjawabnya dengan baik pula. Andaipun kita tidak bisa menjawab pertanyaan yang di lontarkan tersebut, kita bisa lemparkan pertanyaan itu kepada siswa yang lain barangkali ada tanggapan. Karena terkadang pertanyaan tak terduga muncul dari mereka. Untuk mengatasi hal-hal yang tidak terduga dan masih ada kaitannya dengan mata pelajaran yang kita ampu lebih baik di PR-kan. Proses kegiatan belajar mengajar ini full menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Terimakasih,

Salam literasi,… 

 



Komentar

  1. Semakin tajam pak tulisannya,,,,semangat ya

    BalasHapus
  2. Terimakasih teman2 semuanya telah berkenan mampir ke blog saya.👍🙏

    BalasHapus
  3. Asyik betul mengajar di sekolah seperti itu ya Pak? Tapi saya pasti kesulitan sebab tak pandai berbahasa Inggris.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

  Pelatihan belajar menulis bersama PGRI saat ini Rabu tgl. 27 januari 2021 adalah pertemuan ke 11. Narasumbernya adalah Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd., dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Ketika kita kesulitan dalam menerbitkan naskah untuk menjadi buku di    Penerbit Mayor, maka Penerbit Indie adalah solusinya. Informasi tentang profil dan hal-hal lain terkait narasumber bisa berkunjung di : http://www.praszetyawan.com/p/profil.html https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html Naskah yang di kirim ke penerbit mayor besar kemungkinannya akan di tolak. Kalaupun naskah kita diterima akan tetapi proses penerbitannya akan memakan waktu lama. Untuk mengatasi semua itu kita bisa mencari penerbit lain dan salah satunya adalah penerbit indie dalam hal ini adalah Penerbit Gemala. Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan jika naskah kita di kiri...