Langsung ke konten utama

MENULIS DI BLOG JADI BUKU ke 7

 

Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021
TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU
Minggu, tanggal 07 Februari 2021
Hari ke 7
Oleh
Nana Wihana
NPA : 1019200412


Kata orang kamu tuh sebenarnya sudah tua. Sudah waktunya untuk diganti. Namun hati ini sudah terlanjur cinta dan nyaman bersamamu. Biarlah kita menua bersama. Jangan hiraukan omongan orang-orang di luar sana. Aku tetap bergeming pada pendirianku, tak mungkin pindah ke lain hati.  Itulah kira-kira ekpresi saya pada sepeda motor yang sehari-harinya menemani saya pulang pergi ke sekolah. Jasanya besar, bahan bakar irit, mesin bandel, serta tidak rewel.

Keberadaannya sangat di perlukan jika kita tinggal di kota besar untuk menghindari macet di jalan.  Waktu telah menunjukan jam 06.20. Sayapun bergegas menuju bagasi untuk mengeluarkan sepeda motor sambil mengenakan jaket dan helm. Saya tiba di sekolah on time. Tepat jam 07.00 halaman depan sekolah tampak lengang dan sepi. Tak satu orangpun berada di sana, yang nampak hanyalah dua security di pos jaganya. Semua guru dan siswa sudah berada di kelasnya masing-masing untuk segera beraktivitas.

Sayapun mengajar di kelas 2-b. Seperti biasa setelah tegur sapa dan mengecek kehadiran siswa barulah saya mulai mengajar dan mendekati mereka. Berdiri di depan kelas sambil mengatakan “Good morning all, how were you today?”,semua siswapun respek menjawab “fine sir, how about you?”. Fine I said. Sayapun langsung mengajar seperti biasa dengan menggunakan Bahasa Inggris full selama dua jam. Kebiasaan ini sudah berlangsung lama, sebelum sekolah model RSBI ataupun SBI diberlakukan.

Ada beberapa faktor kenapa para siswa di sana cepat adaptasi dengan lingkungan sekolah yang notabenenya sekolah pavorit?. Pertama karena mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga rajin belajar dan tugas pendidik di sana tinggal mengarahkannya saja. Tidak usah menyuruh-nyuruh mereka agar rajin belajar ataupun menyuruhnya untuk ikut bimbingan belajar. Yang kedua sarana dan prasarananya tersedia lengkap baik di sekolah maupun di luar. Misalnya jika ingin belajar Bahasa Inggris secara mendalam biasanya mereka belajar di kursus-kursus seperti di Lembaga Indonesia Amerika (LIA).

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 14.00 dimana semua kegiatan belajar mengajar telah usai  dilaksanakan. Sayapun segera keluar ruangan kelas setelah sebelumnya menutup kegiatan belajar mengajar dengan berdo’a bersama para siswa. Sebelum pulang saya mampir terlebih dahulu ke sebuah warung nasi yang tak jauh letaknya dari sekolah dimana saya bertugas. Setelah dapat pesanan dua bungkus langsung tancap gasspoolll menuju rumah. Terimakasih.

 

Salam literasi,…



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

  Pelatihan belajar menulis bersama PGRI saat ini Rabu tgl. 27 januari 2021 adalah pertemuan ke 11. Narasumbernya adalah Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd., dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Ketika kita kesulitan dalam menerbitkan naskah untuk menjadi buku di    Penerbit Mayor, maka Penerbit Indie adalah solusinya. Informasi tentang profil dan hal-hal lain terkait narasumber bisa berkunjung di : http://www.praszetyawan.com/p/profil.html https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html Naskah yang di kirim ke penerbit mayor besar kemungkinannya akan di tolak. Kalaupun naskah kita diterima akan tetapi proses penerbitannya akan memakan waktu lama. Untuk mengatasi semua itu kita bisa mencari penerbit lain dan salah satunya adalah penerbit indie dalam hal ini adalah Penerbit Gemala. Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan jika naskah kita di kiri...