Langsung ke konten utama

MENULIS DI BLOG JADI BUKU ke 8

 

Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021
TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU
Senin, tanggal 08 Februari 2021
Hari ke 8
Oleh
Nana Wihana
NPA : 1019200412 



Hari ini cuaca sangat panas dan terasa melelahkan sekali. Pulang sekolah saya langsung menuju ruang keluarga yang adem. Sambil rebahan di atas karpet saya ambil remot tv dan menyalakannya. Di layar tv tampak tayangan berita tentang adanya tawaran program pertukaran pelajar di beberapa negara. Masih begitu melekat dalam ingatan saya tentang beberapa siswa teman saya yang beberapa belasan siswanya pergi ke Jepang dalam rangka pertukaran pelajar SMA. Mereka sudah mengikuti seleksi yang super ketat dan alhamdulillah lolos.

Pelatihan sudah mereka ikuti dan perbekalan pun sudah hampir lengkap. Akhirnya berangkatlah mereka semua sampai sukses kembali pulang ke tanah air. Ada tawaran dari pemerintah jepang untuk para peserta agar bisa bertugas di sana setelah program pertukaran pelajar itu selesai. Ternyata hari ini program pertukaran pelajar masih terus di tawarkan kembali oleh pemerintah jepang.

Tidak semua siswa bisa lolos mengikuti seleksi tersebut. Ada yang gagal di karenakan syarat-syarat administrasinya tidak lengkap, adapula yang kecelakaan. Satu di antaranya menimpa salah seorang siswi yang tidak bisa ikut karena kecelakaan. Dia adalah Siska, buyarlah semua impian dan rencana kegiatan di Jepang. Semua hanya tinggal mimpi. Tak terasa air matapun berlinang membasahi pipi.

Dua hari menjelang keberangkatan, Siska meminta izin pada ibunya untuk membeli perlengkapan yang masih kurang. Dia berangkat sendirian dengan sepeda motornya. Namun sayang, di perjalanan dia mengalami kecelakaan. Sebuah motor menabraknya dari belakang sehingga diapun jatuh terpental. Akibatnya pergelangan tangannya luka serius.

"Sis, kamu sudah datang? Kenapa kamu menangis?" tanya ibunya mengagetkan Siska.
"Tidak apa-apa Bu. Saya hanya sedih melihat tayangan penawaran program pertukaran pelajar di tv tadi. Kalau tidak terjadi kecelakaan, mungkin saya bisa mengikuti program tersebut dan menikmati musim semi secara langsung di negeri sakura itu."
 

"Sudahlah, tidak baik berandai-andai apalagi menjadi lamunan. Semuanya sudah ada yang mengatur. Sudah ada dalam skenario Allah. Kita hanya bisa berencana namun Allah yang menentukan segalanya. Ibu dan Ayah mendoakan mudah-mudahan suatu saat nanti kamu bisa mengikuti progam yang sama sambil melancong ke Jepang atau ke negara lainnya."

"Aamiin. Terima kasih doanya Bu. Terima kasih atas segala dorongan dan motivasi dari Ibu. Tanpamu saya tak kan bisa sekuat ini," kata Siska sambil memeluk erat ibunya.

 "Sudahlah, tidak baik berandai-andai apalagi menjadi lamunan. Semuanya sudah ada yang mengatur. Sudah ada dalam skenario Allah. Kita hanya bisa berencana namun Allah yang menentukan segalanya. Ibu dan Ayah mendoakan mudah-mudahan suatu saat nanti kamu bisa mengikuti progam yang sama sambil melancong ke Jepang atau ke negara lainnya."

"Aamiin. Terima kasih doanya Bu. Terima kasih atas segala dorongan dan motivasi dari Ibu. Tanpamu saya tak kan bisa sekuat ini," kata Siska sambil memeluk erat ibunya.

Terimakasih,


Salam literasi

 


 



Komentar

  1. Semangat dan konsisten meulisnya ya Pak..

    BalasHapus
  2. Msntap cetita inspiratif nya Pak. Ditunggu cerita yg lain. Tetap semangat ya Pak?

    BalasHapus
  3. Terimakasih teman2 semuanya telah berkenan mampir ke blog saya ini 👍🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENULIS DI BLOG JADI BUKU ke-14

  Lomba Blog PGRI di Bulan Februari 2021 TETAP SEMANGAT DAN KREATIF MENULIS DI BLOG JADI BUKU Minggu, tanggal 14 Februari 2021 Hari ke-14 Oleh Nana Wihana NPA : 1019200412 HONDA 1 Setelah lama merantau di negeri sebrang menimba ilmu, sayapun memutuskan pulang kampung. Ada rencana besar akan melanjutkan tugas mengajar yang sempat tertunda dulu. Tahun 1997 merupakan pengalamn pertama bertugas di sebuah sekolah menengah pertama milik pemerintah. Kebetulan letaknya dekat dengan rumah. Saat itu saya di minta oleh teman untuk membantu mengajar Bahasa Inggris. Kepala sekolah menyambut baik kehadiran saya menginat jumlah guru tersebut kurang. Saat itu saya masih berstatus sebagai mahasiswa semester enam atau tujuh. Ada niatan untuk mendarmabaktikan hidup saya demi kemajuan pendidikan di kampung halaman. Di penghujung tahun 1999 saya dapat kabar dari Dinas Pendidikan setempat melalui sekolah dimana saya pernah bertugas. Saya di undang untuk mengikuti seleksi guru honor daerah (Honda). ...