Langsung ke konten utama

KEPUTUSAN MENJADI PENULIS

 

KEPUTUSAN MENJADI PENULIS

Tak pernah terbayangkan sebelumnya kegiatan menulis menjadi makanan sehari-hari. Tiada hari tanpa menulis. Tulisan tidak selalu dishare ke berbagai medsos ataupun blog. Kebanyakan tersimpan rapih di folder laptop untuk kemudian dijadikan draf dan dikelompokan sesuai temanya masing-masing. Hal ini untuk memudahkan jika akan dibukukan nanti. Cara ini paling efektif dalam rangka mengatasi berbagai macam ide yang muncul liar.

Kegiatan menulis ini berawal dari perasaan tidak aman dan nyaman. Adanya kekecewaan dan rasa tidak puas terhadap kondisi saat ini yang tidak kunjung membaik. Di tahun kedua ini ingin ada sesuatu yang lebih bermanfaat. Menulis bukan sekedar hobi ataupun kesenangan belaka, akan tetapi sudah merupakan kebutuhan bahkan sudah menjadi candu. .  

Mungkin untuk sebagian orang menulis bisa dijadikan profesi sampingan ataupun profesi utama. Sepertinya menjadi penulis akan memiliki banyak penggemar. Akan diundang kesana-kemari, bisa keliling ke berbagai daerah dan mendapatkan honorarium dari kegiatan tersebut. Belum lagi dapat royalty yang akan mengalir ke rekening pribadi. Tampaknya asyik banget kan?

Setiap penulis pasti memiliki tujuannya masing-masing, seperti ingin karyanya bisa menginspirasi banyak orang. Ingin karyanya menjadi ladang amal kebajikan, ingin membuat keluarga bangga dan lain sebagainya.

Adalah sebuah prestasi yang membanggakan jika kita sudah mulai berani mempublikasikan karya di berbagai sosmed. Kini, kitapun tidak takut untuk mengikuti berbagai lomba menulis ataupun mengirimkan tulisan kita ke beberapa surat kabar. Membaca buku yang membahas seputar kegiatan menulispun akan dibacanya dengan tekun.

Langkah-langkah kecil ini semakin memantapkan kita untuk menjadi seorang penulis. Akan tetapi diam-diam masih ada resistensi pada diri kita. Apakah menjadi seorang penulis merupakan pilihan yang tepat. Keraguan ini makin bertambah dari penolakan orang-orang terdekat. Sementara di sisi lain, hati ini seolah-olah masih berkeinginan untuk lanjut menjadi seorang penulis.

Kala kita berpikir bahwa menjadi penulis berarti 100% hidup kita bergantung dari hasil menulis. Punya opini demikian tentu boleh-boleh saja. Padahal dalam realitasnya, banyak penulis juga berprofesi di bidang lain.

Jalan dalam meraih cita-cita tentu banyak rintangannya. Demikian juga menjadi seorang penulis tidaklah semudah dan selancar memasukai jalan tol. Ada banyak tantangan yang harus kita hadapi. Memang tidak mudah, akan tetapi tidak sulit juga seandainya kita tahu cara-caranya.

Jika tekad kita sudah bulat ingin menjadi penulis, dan kenyataannya memang profesi yang satu ini tetap masih prospektif. Akhir-akhir ini semakin banyak dan beragam bidang yang membutuhkan jasa seorang penulis. Peluang-peluang itu terbuka lebar, dan kitapun bisa mengambil kesempatan itu sebaik mungkin. Langkah awal untuk menjadi seorang penulis adalah mempublikasikan karya-karya kita di berbagai media. Karya-karya kita bisa berupa buku, novel, cerpen dan lain-lain yang kemudian dikirim ke penerbit ataupun bisa self-publishing. Kemudian teruslah menulis dan berkarya.

Komentar

  1. Wah, sama nih kaya saya. Hampir tiap hari menulis meski tidak selalu di blog. Ada kalanya menulis di media sosial bahkan di laptop.

    Mantap Pak Nana 👍🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih telah berkenan mampir, iyh Bu begitulah cara sy beraktivitas dan mungkin berbeda dgn teman2 yg lain.

      Hapus
  2. Keren! Mantul tulisannya
    👍👍👍👍🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

  Pelatihan belajar menulis bersama PGRI saat ini Rabu tgl. 27 januari 2021 adalah pertemuan ke 11. Narasumbernya adalah Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd., dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Ketika kita kesulitan dalam menerbitkan naskah untuk menjadi buku di    Penerbit Mayor, maka Penerbit Indie adalah solusinya. Informasi tentang profil dan hal-hal lain terkait narasumber bisa berkunjung di : http://www.praszetyawan.com/p/profil.html https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html Naskah yang di kirim ke penerbit mayor besar kemungkinannya akan di tolak. Kalaupun naskah kita diterima akan tetapi proses penerbitannya akan memakan waktu lama. Untuk mengatasi semua itu kita bisa mencari penerbit lain dan salah satunya adalah penerbit indie dalam hal ini adalah Penerbit Gemala. Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan jika naskah kita di kiri...