Langsung ke konten utama

MENJADI GURU YANG SENANG MEMBACA DAN MENULIS

PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI

MENJADI GURU YANG SENANG MEMBACA DAN MENULIS

Malam ini kita akan berbagi motivasi berprestasi dengan narasumber hebat, Bunda Emi Sudarwati. Beliau adalah pemenang juara 1 INOBEL tingkat nasional. Beliau adalah alumni Jurusan Bahasa Daerah IKIP Negeri Surabaya tahun 1993 dan lulus tahun 1998.  Mengajar di SMPN 1 Baureno sejak tahun 2005.  Disamping aktif mengajar, juga telah menulis dan menerbitkan beberapa karya sastra Jawa dan Sastra Indonesia.  Editor lebih dari 300 buku karya siswa dan guru Indonesia.

Informasi lebih lanjut dapat dibaca di sini:

http://emisudarwati.blogspot.com/2020/09/currikulum-vitae-emi-sudarwati.html

Sampai saat ini narsum telah menghasilkan buku yang ke-519 bersama 27 penulis Indonesia. Menulis cerita anak adalah pengalaman pertamanya. Beliau lebih sering menulis kisah inspiratif, novel, cerpen, cerkak, puisi, geguritan, pantun, parikan, esai, inobel dan Haiku.

Hidup ini harus terus berjalan, demikian juga dengan karya yang kita buat berupa buku. Awalnya sebanyak 513 buah buku, kemudian bertambah lagi menjadi 519 buah buku.

Dari sejumlah buku yang telah diciptakannya semuanya berkesan. Setiap buku yang diciptakannya memiliki takdirnya masing-masing. Buku juara 1 inobel paling laris dan telah memasuki cetakan ke-4 dan sudah cetak kurang lebih sebanyak 1.000 eksemplar.

Menjadi juara ke-1 merupakan suatu keberuntungan. Mengingat semua finalis memang luar biasa. Mereka memiliki karya-karya yang hebat, dari sama semua peserta bisa saling belajar dan menginspirasi. Tidak terasa adanya aroma persaingan pada lomba inobel. Ada tiga kunci untuk menjadi finalis, yaitu : similarity, sitasi dan inovasi. Similarity terkait dengan (kemiripan/kesamaan naskah) dan hindarilah plagiarisme, konten dan plagiarisme. Sementara sitasi yaitu cara mengutif/gaya selingkung dan inovasi berkenaan dengan hal-hal baru dan berbeda. 

Salah satu upaya untuk membuat buku tentang cerita anak adalah kita harus banyak membaca buku cerita anak. 

Untuk mendapatkan ide menulis beliau setiap hari berjumpa dengan ratusan siswa. Mereka semua bagi narsum adalah inspirasi dalam menulis. Selain beberapa buku yang dibacanya, beliau juga memiliki perpustakaan pribadi. Ada 1.500 buah buku lebih yang tersusun rapih di tiga lemari besarnya, dan dari situ beliau belajar.

Untuk menjaga konsistensi dan bisa meluangkan waktu untuk menulis bisa dengan cara dipaksa. Dengan cara dipaksa awalnya memang berat akan tetapi lama-lama akan terbiasa. Apabila ini bisa dilakukan maka ketika tidak menulis sehari saja akan terasa tidak makan dan tidak minum.

Benar kata Om Jay. "Menulis setiap hari, dan buktikan apa yang akan terjadi....."Setiap kita sama memiliki waktu 24 jam, beliau hanya menyempatkan diri untuk menulis minimal sepuluh menit untuk benar-benar konsentrasi di depan laptop untuk menulis.

Untuk menghasilkan buku solo namun masih tidak percaya diri bisa dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan siapa saja yang mau. Dengan demikian kita akan memiliki group menulis yang bisa belajar dan diskusi bersama. Kebanyakan buku yang dihasilkan oleh beliau merupakan  hasil kolaborasi.  Dari ke 519 buku itu, baru 7 saja yang benar-benar buku tunggal.  Sedang yang lainnya adalah antologi atau hasil patungan.  Agar energy menulis selalu terjaga maka bergaullah dengan para penulis, dengan orang-orang yang memiliki hoby menulis.

Sesibuk apapun kita bisa mengatasinya seperti apa yang telah dilakukan beliau. Beliau hanya memerlukan waktu sepuluh menit saja untuk benar-benar konsentrasi menulis di depan laptop. Sementara kita semua sama memiliki waktu 24 jam. Dengan demikian kegiatan menulis tidak akan mengganggu jadwal apapun, termasuk mengajar dan membuat administrasi. Kuncinya hanya "mau" dan kita pasti bisa. Jangan tunggu sampai besok, ayo mulai sekarang meluangkan waktu minimal 20 menit untuk membaca dan 10 menit untuk menulis.  Kata Omjay, Lapar membaca akan membuatmu semakin gemuk menulis.

Ide untuk menulis bisa datang dari mana saja. Setiap orang punya caranya masing-masing dalam mendapatkan ide untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Diantaranya bisa dengan membaca buku, atau jalan-jalan, bertemu teman, makan-makan dan lain-lain. Kalau ide sudah datang baru kita bisa melanjutkan untuk menulisnya kembali. Ide bisa datang dari mana saja dan dari siapa saja.

Bagi pemula yang berkeinginan untuk menulis seringkali dihinggapi rasa tidak percaya diri. Buku apa yang harus dibacanya sebelum menentukan tema yang akan ditulis. Hal ini wajar dan lumrah, sebagian besar hal yang demikian di alami banyak orang.  Sebelum menulis, kita hendaknya menentukan terlebih dahulu ingin menulis apa? Misalnya jika ingin menulis puisi maka sering-seringlah membaca buku kumpulan puisi. Begitu juga kalau kita ingin menulis esai, maka buku kumpulan esai yang harus dibaca. Demikian juga dengan yang lainnya. Mulailah dari rajin membaca kemudian baru menulis tujuannya adalah untuk menambah wawasan dan kosakata.

Narsum mulai menulis dan menerbitkan buku sejak 2014. Buku pertamanya berjudul "Lung." Berisi kumpulan cerkak karya siswa kelas 9 dan 1 cerkak karya saya. Yang memotivasi saya untuk menulis adalah karena saya ingin bisa keliling dunia dengan menulis.

Dari 500 buah buku yang telah diterbitkan berisi puisi, geguritan, cerpen, cerkak, kisah inspiratif, novel, esai, haiku dan lain-lain. Dalam setahun beliau menargetkan satu siswa menghasilkan satu buah buku.  Kegiatan yang dilakukan dalam gerakan literasi sekolah di antaranya 15 menit membaca buku. Satu siswa baca buku di depan kelas. Siswa lain mendengarkan. Setelah itu, semua membuat ringkasan cerita.  Itu saya lakukan 15 menit sebelum pelajaran.  Lama-lama mereka terbiasa menulis. Pada akhir semester baru kita terbitkan karyanya. 

Buku yang jumlahnya 519 itu sebagian besar buku patungan.  Misalkan buku kumpulan puisi.  Saya hanya menulis satu puisi saja dalam 1 buku itu.  Jadi, sehari bisa menerbitkan satu buah buku.  Bisa juga cerpen, dalam sehari saya bisa menulis satu buah cerpen. Lalu digabungkan dengan penulis lain. Jadi deh 1 buku lagi. Tujuan menulis saya memang untuk memotivasi siswa dan guru Indonesia. 

Ketika kita niat untuk menulis, ya menulis saja dan jangan diedit terlebih  dahulu. Tulis, tulis dan tulis sampai selesai. Apabila telah selesai menulisnya, maka tahap berikutnya adalah mengedit. Setelah mengedit selesai dan beres segala sesuatunya maka tinggal kirim ke penerbit untuk dicetak. Semua butuh proses, yang penting tetap membaca, membaca dan membaca dan langkah selanjutnya adalah kegiatan menulis dari apa yang kita baca.

Tulislah sejarah sendiri mulai hari ini. Jangan tunggu orang lain menulis tentang kita. Cobalah luangkan waktu membaca 20 menit, lalu tulislah 10 menit. Dalam kegiatan menulis  kta bisa menggunakan formula Om Jay,”Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.” 

Terimakasih,


Salam literasi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

  Pelatihan belajar menulis bersama PGRI saat ini Rabu tgl. 27 januari 2021 adalah pertemuan ke 11. Narasumbernya adalah Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd., dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Ketika kita kesulitan dalam menerbitkan naskah untuk menjadi buku di    Penerbit Mayor, maka Penerbit Indie adalah solusinya. Informasi tentang profil dan hal-hal lain terkait narasumber bisa berkunjung di : http://www.praszetyawan.com/p/profil.html https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html Naskah yang di kirim ke penerbit mayor besar kemungkinannya akan di tolak. Kalaupun naskah kita diterima akan tetapi proses penerbitannya akan memakan waktu lama. Untuk mengatasi semua itu kita bisa mencari penerbit lain dan salah satunya adalah penerbit indie dalam hal ini adalah Penerbit Gemala. Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan jika naskah kita di kiri...