PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI
Menjadi
Kepala Sekolah yang Suka Menulis
Pelatihan belajar menulis malam ini tak terasa sudah memasuki pertemuan ke-34. Kali ini narasumbernya Seorang kepala sekolah yang berprestasi dan sukses memajukan geliat literasi. Beliau adalah Bp. Suparno Muhammad,S.Pd.,M.Pd. beliau juga pernah menjadi narasumber sebelumnya, sekaligus merupakan alumni belajar menulis gelombang ke-3. Beliau lahir di Magetan, 25 Juli 1966. Alumni D3 IKIP Surabaya, S1 Wima Madiun, S2nya di Unipa Surabaya. Kesehariannya beliau bertugas sebagai ASN Sejak 1992, kemudian diangkat menjadi Kepala Sekolah tahun 2016 s.d. sekarang.
Prestasi
yang pernah ditorehkannya di antaranya juara ke-2 gupres tingkat kabupaten.
Kemudian juga menjadi narasumber nasional guru pembelajaran tahun 2016 s.d.
2018. Sedangkan karya tulisnya yang pernah dibuatnya diantaranya sbb:
1. Modul
BK tahun 1996
2.
Buku
Excel tahun 1997.
3.
Buku
Panduan Pranatacara.
4.
Autobiografi
Perjuangan Hidupku 2018
5.
Masalah
Bk di SEKOLAH 2019
6.
Antologi puisi Adiwiyata 2019
7.
Catatan
harian seorang Kepala Sekolah 2020
8.
Catatan
seorang Kepala Sekolah 2020
9.
Langkah
jitu menjadi penulis hebat 2020
10. Lulus Corona (proses cetak)
Sejak mengikuti group menulis bersama PGRI, motivasi beliau melejit pesat. Baginya kegiatan menulis merupakan kegiatan yang menyenangkan dan menghibur di samping juga bisa meningkatkan kecerdasan seseorang.
Keinginannya untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi masih ada, namun terkendala biaya. Bagi beliau sendiri kegiatan menulis tidak jauh bedanya dengan kuliah. Dengan menulis setiap hari bisa mencerdaskan otak. Lebih jauh, menulis bisa membuat orang menjadi terkenal. Menulis bisa mendatangkan uang, dan bisa merubah masa depan.
Dari kacamata agama, menulis juga bisa mendapatkan pahala. Misalnya tulisan berbentuk motivasi orang-orang untuk beribadah, memcaba Al-Qur’an, menggerakan orang untuk berinfaq, bersodaqoh, berakhlak mulia dan lain sebagainya. Dengan menulis nama kita akan dikenang banyak orang ketika kita sudah tiada.
Narsum biasa menulis hal-hal berikut ini :
1. Saya
suka menulis motivasi, motivasi belajar,
motivasi bekerja, motivasi menulis, motivasi beribadah, motivasi
tegar dalam menjalani hidup ini.
2. Saya
suka menulis catatan perjalanan.
3. Catatan suatu kejadian
atau peristiwa. Itu yang saya tulis
Leibh lengkap bisa
berkunjung ke alamat berikut ini :
http://suparnomuhammad.blogspot.com/2021/03/0_5.html?m=1
Untuk
menumbuhkan semangat dalam menulis diantaranya sbb:
1.
Bergabung dengan grup
penulis .
2.
Berguru kepada penulis hebat
3.
Berteman dengan penulis
4.
Membaca tulisan
penulis hebat .
5.
Membaca
tulisan teman.
Ketika kita aktif menulis, sudah bisa di pastikan akan ada beragam pendapat. Ada yang menanggapi secara positif, ada yang cuek dan lain-lain. Biarkan saja, ibarat mentari akan tetap bersinar dan terbit dari timur dalam keadaan bagimanapun. Membagikan sinarnya tanpa ingin dipuji ataupun dihargai. Analoginya, ibarat jam dinding dilihat ataupun tidak dilihat orang jarum jamnya akan tetap berputar.
Kegiatan menulis yang konsisten dan prinsip yang dipegang selam ini akhirnya berbuah manis. Tepatnya tanggal 16 maret 2021 SK PAK IV/c sudah keluar. Jadi suatu saat nanti akan terbukti dan akan ada pembeda antara Kepala Sekolah yang menulis dengan yang tidak. Berikut ini adalah empat hasil karya tulis yang berhasil ditulisnya terkait dengan usulan penilaian angka kredit dengan SK PAK IV/cnya sbb :
Berikutnya adalah hasil karyanya yang lain berupa buku antologi. Buku tersebut merupakan pengalaman pribadi yang mengharu biru dari tim penulis yang bisa bangkit dari keterpurukan dalam menjalani kehidupan ini. Akhirnya menumbuhkan semangatnya, semangat kerja, semangat belajar, semangat beribadah dan juga semangat menulis.
Dalam
berkarya akan banyak halangan dan tantangan. Oleh karena itu harus melakukannya
dengan cara bertahap. Misalnya, tiap hari satu judul atau bisa juga dua judul.
Untuk melakukan semua itu bisa setelah sholat subuh atau setelah sholat isya.
Tergantung moodnya.
Untuk naik tingkat dari IV/b ke IV/c memerlukan waktu 11 tahun. Pada tahun 2016 mengusulkan PAK, namun tidak lolos. Pada tahun 2018 mengusulkan lagi namun tidak lolos lagi. Akhirnya membuat empat buku ditambah PTS kemudian ditambah tulisan di jurnal, dan ternyata nilainya publiksi ilmiah berlebih dan akhirnya lolos juga.
Kiat
sukses menjadi kepala sekolah bisa dilakukan diantaranya sbb:
Menjalin kekompakan dengan seluruh warga sekolah, memberikan motivasi agar semangat. Semangat kerja, semangat belajar, semangat beribadah dan semangat menulis. Banyak juga rekan-rekan guru yang juga penulis.
Membuat dan melaksanakan brand
sekolah. Brandnya adalah SMP 1 Takeran adalah sekolah berbasis IT, Agamis,
kearifan local dan berbudaya lingkungan.
Melengkapi sarana dan prasarana dan yang jelek diganti dengan yang baru.
Melaksanakan brand sekolah secara
intensif, meingkatkan SDM guru, membuat sekolah UKS, sekolah Adiwiyata tingkat
provinsi, sekolah ramah anak.
Anak berprestasi dibina untuk mengikuti berbagai lomba. Yang tidak berprestasi dibina agar meningkat semangat belajarnya, yang bermasalah diberi bimbingan agar terhentaskan masalahnya.
Ada empat buku yang dibuat untuk kepentingan angka kredit. Diantaranya buku dibidang pendidikan ber-ISBN. Berikut adalah contoh bukunya :
Untuk kenaikan tingkat dari bukut yang dibuat merupakan buku pelajaran berISBN, dipakai di tingkat nasional, Provinsi dan Kabupaten. Kemudian yang keduanya buku di bidang pendidikan. Buku yang diajukan bukan buku pelajaran tapi masih di bidang pendidikan yang pada akhirnya bisa dinilai untuk kenaikan tingkat.
Untuk menumbuhkan keinginan menulis bagi para guru, di antaranya bisa dengan melengkapi koleksi perpustakaan sekolah, diberi motivasi untuk menulis, diadakan diklat menulis kemudian mendapatkan sertifikat yang bisa digunakan untuk mengisi Sasaran Kerja Pegawai (SKP).
Buku-buku
dari hasil kegiatan menulis para guru dipamerkan pada saat event hardiknas,
pameran hari jadi dan lain-lian. Buku-buku yang ditulis juga bisa dijadikan
untuk kenaikan pangkat. Dan yang terpenting adalah memberikan keteladanan dalam
menulis. Guru yang menulis diberi reinforcement.

Makin keren, ditunggu buku Solonya...
BalasHapusInsyaallah
Hapus