Langsung ke konten utama

MENULIS ITU METODE BELAJAR YANG EFEKTIF

 PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI

MENULIS ITU METODE BELAJAR YANG EFEKTIF

Pada malam ini pelatihan belajar menulis akan menghadirkan narsum Bu Iis Safuroh, M.Pd.I. Beliau adalah alumni gelombang ke-16 satu angkatan dengan Ibu Tini Sumartini, M. Pd.I. Sederet prestasi telah diraih oleh beliau dan mendapat Juara 2, Karya Tulis Nyata Guru kreatif inovatif kabupaten Cianjur 2020.

Lahir di Cianjur 27 November 1979, istri dari Bpk. Deden U. Arifin, Ibu dari Nadhiva Adrikny Siraj. Pendidikan terakhir Magister PAI di Universitas Islam Nusantara Bandung. Blog www.nadzifcweety.wordpress.com (Jurnal Iz Shafura). Beberapa artikel yang dipublikasikan di Majalah ISMA di antaranya sbb :

•      Dibalik rahasia 8 planet

•      Empati terdalam pada kearifan lokal

•      Berbicara pada pohon hijau ( GO GREEN )

•      Indonesiaku menjadi diri sendiri yang mandiri

•      Pola pendidikan kita.

Di samping artikel ada juga prestasi yang pernah berhasil di torehkannya antara lain :

•      Juara 3 laporan buku,Inspiring women,Rumah Baca Dewan kesenian Cianjur,2004

•      Harapan 1 lomba Menggambar itu mudah ,DKC 2005

•      Juara 2,Story Telling ,Lembaga Kebudayaan Cianjur,2005

•      Juara 1 the first of the Best Student .English  fun class,Institute Of English Language 2006

•      Juara 3 Penulisan Resensi Buku,Dewan kesenian Cianjur 2009

•      Juara 1 Lomba Mars Guru RA Provinsi Jawa Barat 2009, dan masih banyak yang lainnya.

O   Out Line materi Belajar menulis PGRI gelombang 17 ( 10 Maret 2021 )
LOOSE PART MEMOARKU
Perkenalan
1.      Kontemplasi tentang impian
2.      Menjadi Guru PAI Dan Guru kelas
3.      Deklarasi impian menuju cita-cita
4.      Implementasi menuju impian
5.      Alternatif menuju Impian
6.     
Pendidikan Literasi membuat menulis serasa Rekreasi.   

      Motivasi beliau menjadi guru di antaranya karena ingin memberikan ilmu yang bermanfaat sehingga kelak menerangi alam kubur.
1.      Beliau suka menulis karena pernah membaca kalimat sakti bahwa “MENULIS SAMA DENGAN 8X MEMBACA”.  Betapa dasyatnya manfaat menulis.
2.     
MENULIS ITU SEPERTI MENYANYI. Prekuensinya saja yang berbeda. Menyanyi membuat rilex, melepaskan adrenalin.









Beliau memberikan waktu beberapa saat kepada peserta untuk membaca PPTnya.

1.    KONTEMPLASI TENTANG IMPIAN.

Cita-cita sewaktu kecil tanpa disadari telah terwujud walaupun konsekuensinya berat karena  berorientasi pada akhirat. Menjadi guru PAI itu mengajarkan kebaikan. Itu berarti saya juga harus melakukannya. Cita-cita yang ingin diwujudkan terasa berat dan mustahil, ketika saya bercita-cita menjadi penulis bukupun rasanya tidak mungkin. Namun teringat pesan dosennya yang mengatakan bahwa "Anda harus membuat karya buku minimal 1 buku seumur hidup."

2.    MENJADI GURU PAI

Terinspirasi oleh seorang anak SD saat diberitakan di TV membuat vidio animasi untuk MNC. Saya juga ingin menjadi guru PAI kreatif. Maka saya merasa menjadi guru PAI itu harus seperti teman saya di Bandung, dia disebut guru PAI yang canggih. Setidaknya saya punya blog yang sejak 2013 belum konsisten menulis.

3.    DEKLARASI IMPIAN

Bercita-cita ingin menjadi penulis buku di samping menjadi penulis artikel di majalah ISMA. Beliau kegiatan menulis dengan metode resume. Selanjutnya hasil Resume itu menjadi buku ketiga yaitu menulis itu rekreasi dan merupakan buku ketiganya.


Menulis memberikan banyak peluang untuk membaca, menjadi penulis membuat kita lebih kreatif untuk "naik kelas" karena Allah akan meningkatkan derajat orang berilmu. Raihlah ilmu, ikatlah dengan menuliskannya.

 

Di jaman serba canggih ini semua orang bisa menjadi penulis atau presenter atau bahkan jurnalis. Beliau senang menulis di sebuah buku catatan sebagai media hafalan. Karena sebagai seorang penulis harus mengetahui dan menguasai apa yang ditulisnya terlebih lagi akan dipublikasikan.

 

Ada saja kendala internal dalam menulis, misalnya rasa enggan berpikir, tidak semangat untuk memulai, tidak mencatat bagian-bagian penting sebelum menulis sehingga tulisan kita terkesan tidak tersusun rapih, dan seringkali tidak ada niatan untuk invest waktu untuk menulis. Beliau sendiri mengajarkan membaca pada anak SMP dengan metode menulis. Dasarnya sama dengan metode quantum. Pengingat. Tetapi sudah terbukti menulis sama dengan 8x membaca.

 

Saat beliau mengajar di Lembaga Psikologi Terapan mendapatkan hadiah dari Penerbit ANDI yang luar biasa bermanfaat. Berikut hadiahnya :

4.  Menulis itu merupakan implementasi menuju impian. Berikut adalah langkah kongkrit beliau di masa pandemi agar saya bisa berkarya

A.      Untuk mewujudkan mimpi menjadi penulis buku, bisa dengan cara bergabung dengan komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN) gelombang 16. Kegiatannya antara lain  menyelesaikan 20 resume.

B.       Melakukan fungsi Adaptif yaitu beradaptasi pada keadaan. Biasanya saya banyak beredar memberi Les private pada siswa SD dan SMP, kini lebih suka dengan istilah "Duduk sebentar

C.       Langkah ke-3 seperti sebuah mufrodat karena beliau senang menulis dibuku sebagai metode menghafal saya sejak zaman sekolah, saya setuju bahwa dengan menulis sama dengan 8x membaca, metode itu saya gunakan untuk meresume dengan cara parafrase dan dari pertanyaan pertanyaan saya dan para peserta belajar yang lain.

D.      Beliau juga membuat judul-judul yang menarik dan di dalamnya ada sub-sub judul kecil sebagai outline untuk dikembangkan menjadi buku.

E.       Memiliki target pencapaian. Targetnya adalah meresume dan siap untuk menjadi bakal calon buku.

Rumus agar memudahkan untuk menulis bisa dimulai dengan menulis apa yang kita sukai, menulis dari yang biasa kita alami, berani menuliskan ilmu agar bermanpaat bagi orang lain. Itulah yang dilakukan beliau sehingga buku perdananya bisa selesai dalam waktu dua bulan. Diterbitkan Gratis oleh YPTD dengan kata pengantar dari Om Jay dan editornya almarhum Uda Dian Kelana.

Menurut para ahli metode mengajar yang paling baik adalah metode yang paling sederhana sehingga mudah untuk diaplikasikan. Artinya kita menguasai metodenya agar kita tidak kerepotan.

Beliau memperkenalkan istilah-istilah Begal online, Loyalitas konsumen dengan melampirkan pengertian di sampingnya. Jadi setiap hari ada saha ide untuk ditulis dari perbendaharaan kata yang menjadi topik, misalnya seperti bagan dibawah ini :


Parafrase

1.    REMEMBER, syarat mengingat yaitu dengan menuliskannya.

2.    UNDERSTANDING, caranya duduk sebentar nanti akan paham juga.

3.    APLICATION, diresume di buku dulu atau di office word atau di mana saja yang mungkin.

4.    CREATED, diciptakan atau dikemas ulang menjadi hal yang berbeda. Bukan flagiat tapi menganut ilmu taqlid. Kalau dalam Bahasa Arab yang artinya mengikuti sumber. Mengetahui dasarnya.

Berikut metode menulis yang beliau gunakan dalam membimbing anak-anakk menghapal hingga lulus membuat tugas akhir.


Berdasarkan hasil penelitian, menulis = 8x membaca. Ini terbukti pada saat beliau memberi les private pada yang buta aksara. Dengan metode ini mereka lebih cepat bisa membaca.


Berikut adalah buku ke-1 dan ke-3 solo yang diterbitkan di YPTD dan yang ke-3nya di Gemala, kemudian juga dicetak ulang di Kamila Ekpress.

Berikut ini adalah antologi yang diprakarsai oleh Pak Agus dan Bu kanjeng.

Membuat PTT atau modul belajar adalah buku tunggal beliau untuk orang yang mau melakukan micro teaching sebagai referensi untuk mengajarkan metodik khusus.

Jadi Alhamdulillah dalam waktu 3 bulan sy berhasil membuat karya buku 2 solo. 1 antologi. Yang sedang dalam proses ada 2. Yg solo dan Antologi. Sy tidak punya kelebihan dalam menulis, tetapi saya memang senang menulis. Dalam arti yg sebenarnya.

 

Beliau dalam waktu tiga bulan berhasil membuat dua buku solo dan satu antologi. Beliau mengakui tidak mempunyai kelebihan dalam hal menulis, hanya saja senang menulis.Temen-teman beliau yang sukses dan menjadi pejabat mengakui bahwa menulis adalah metode belajar yang efektif.


Saat kuliah pertama kali beliau menggunakan resume berliterasi bersama Pak Hakim. Pak Hakim menerangkan bahwa penulis harus menguasai Bahasa Indonesia terlebih  dahulu kemudian bahasa asing.


Dampak melantunkan ayat suci Alqur’an bisa memberikan efek relaxasi. Begitu juga dengan menulis, karena setelah kita menulis biasanya hati kita akan merasa lebih plong. Jika kita punya karya dengan hal yang lebih mudah untuk diikuti, seperti membuat status, menulis di blog dan akhirnya menjadi buku sepertinya mimpi yang menjadi nyata.


5.  ALTERNATIF MENUJU IMPIAN

Moderasinya sebenarnya bisa lebih lancar jika kita memakai kata mutiara "marketing your self,"

Biasanya yang kita promosikan adalah produk barang karena guru juga sudah menjadi teacherpreneur maka bagian produk intelektualnya juga berupa hasil pemikiran bisa dipromosikan, bukan sekedar supaya laris manis tapi lebih pada show up menuju impian menjadi penulis.


Sekarang saya dijuluki pecinta buku oleh sahabat dekat saya bahkan disebut penulis buku saat ada pengawas dari kemenag dan PGRI. Itulah alternatif menuju impian. Walaupun buku perdana saya disusun sambil mengikuti perkuliahan PGRI pada bulan oktober-november. Akan tetapi hasilnya memuaskan dan membahagiakan seperti saya sudah rekreasi di masa pandemi. Alhamdulillah baru terjual 50 eksmplar.  (Artikel PGM)

 


6.  PENDIDIKAN BERLITERASI IS THE BEST ONE

Beliau merasa tersanjung dan terasa bermimpi tiba-tiba mendapat hadiah istimewa dari Penerbit Mayor (PT.ANDI) buku yang dulunya hanya berupa hardcopynya saja, Penerbit ANDI mengirimkan buku aslinya yang luar biasa itu yang terbit tahun 2005.  Beliau banyak mendapat pencerahan dari semua Narasumber yang bekerjasama menerbitkan buku. 

Kreativitas itu perlu untuk semua yang bekerja dibidang apapun. Apalagi untuk guru, menjadi guru artinya harus berwawasan luas dengan cara berliterasi.

Di akhir pemaparannya beliau menjelaskan manfaat berliterasi di antaranya :

-       Menjadikan kita berpengetahuan luas

-       Menorehkan jejak Digital yang akan   abadi hingga nanti

-       Belajar mengimplementasikan ilmu

-       Membuat kita berani show up dan speak up hingga suara kita didengar orang lain.

 Terima kasih, Salam literasi.


 









 
















Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG SEBAGAI IDENTITAS DIGITAL BAGI GURU MILLENIAL

  Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita semua diantaranya nikmat sehat sehingga sampai detik ini masih bisa hadir mengikuti kelas belajar menulis. Hari Jum’at, tgl 15 Januari 2021 ini pelatihan akan di pandu oleh moderator Bp. Sucipto Adi yang akrab disapa Pak Cip, sedangkan Narasumbernya adalah Ibu Theresia Sri Rahayu, S.Pd. SD. dengan tema “Blog Sebagai Identitas Digital Bagi Guru Millenial”. Untuk mengenal beliau lebih dekat lagi, kita bisa berkunjung ke https://www.cikgutere.com/2021/01/tere-bukan-liye.html.     Di awal menyimak pemaparannya, saya sudah dibuat berdecak kagum oleh prestasi yang telah di raih beliau, 30 BEST ACHIEVEMENT. Luar biasa, keren dan salut. Anggkat topi deh. Menginspirasi sekali di usianya yang relatif masih belia. Nama lengkapnya Theresia Sri Rahayu lahir di Kuningan pada tgl, 13 September 1984. Semasa kecilnya di kenal dengan nama Sri, nama bekennya Tere namun tidak suka deng...

MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS

  PELATIHAN BELAJAR MENULIS BERSAMA PGRI MENTAL DAN NALURI SEORANG PENULIS Narsum kali masih muda kelahiran 1990 namun prestasinya luar biasa. Alumni kelas menulis gelombang 7 yang bukunya tembus ke penerbit mayor. Berikut provil narsum kita kali ini bisa berkunjung ke alamat berikut  https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html Sampai saat ini narsum sudah membuat buku solo sebanyak tiga buah buku. Yaitu sbb: 1.     Lelaki di Ladang Tebu (kumpulan cerpen pendidikan) 2.     Membongkar Rahasia Menulis (kumpulan artikel saat lomba blog PGRI) 3.     Sepenggal Kisah Corona (tentang memoar kehidupan saya selama satu tahun pandemi - sedang proses cetak).   Sedangkan dalam platform menulis, ada novel berjudul Precious di Wattpad dan 2 short story "Mengapa Tak Kau Tanyakan Saja" (Wattpad) dan Djogja Backpacker (Storial) Kalau ditanya mana yang paling berkesan, tentu buku solo pertamanya sebab narsum tuangkan kisah h...

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

  Pelatihan belajar menulis bersama PGRI saat ini Rabu tgl. 27 januari 2021 adalah pertemuan ke 11. Narasumbernya adalah Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd., dengan tema "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie". Ketika kita kesulitan dalam menerbitkan naskah untuk menjadi buku di    Penerbit Mayor, maka Penerbit Indie adalah solusinya. Informasi tentang profil dan hal-hal lain terkait narasumber bisa berkunjung di : http://www.praszetyawan.com/p/profil.html https://www.praszetyawan.com/2020/02/buku-blog-untuk-guru-era-40.html http://www.praszetyawan.com/2021/01/butuh-bantuan-menerbitkan-buku-disini.html Naskah yang di kirim ke penerbit mayor besar kemungkinannya akan di tolak. Kalaupun naskah kita diterima akan tetapi proses penerbitannya akan memakan waktu lama. Untuk mengatasi semua itu kita bisa mencari penerbit lain dan salah satunya adalah penerbit indie dalam hal ini adalah Penerbit Gemala. Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan jika naskah kita di kiri...